Wednesday, August 19, 2009

bahagia dan tangis.



seperti jalanan panjang bersalju di desa kecilku di Belgia,
seperti itulah kisah kita berlalu.

dimulai dengan 2, 5 tahun lalu di saat berada di benua yang berbeda,
aku padamu.

dan di malam ini,
dimulai dengan sebuah pesan yang begitu membahagiakan,
aku samar-samar mulai mengingat awal perkenalan kita,
di kala aku sedang duduk sendiri menatap layar komputer ibu angkatku,
di suatu hari pada saat musim gugur di Belgia.

dan kini aku menangis.
menitikkan satu demi satu bulir air mata,

2,5 tahun berlalu sejak perkenalan itu,
salahku bila pada akhirnya aku perlahan melupakanmu,
meninggalkanmu sendiri di benua sana,
tenggelam dalam dunia bersamanya yang ternyata tak abadi dan fana.

mungkin aku menangis karena merasa begitu bahagia,
karena pada akhirnya mengetahui,
walau samar,
bagaimana dirimu padaku.

mungkin aku menangis karena akhirnya menyadari,
bila aku mungkin telah menyia-yiakan sebuah perasaan tulus,
yang kau miliki,
yang mungkin jauh lebih tulus daripada perasaan siapapun juga kepadaku,
andai saat itu aku tidak melupakanmu.

mungkin aku menangis saat ini karena merasa terlalu jahat dan terlampau egois padamu,
karena setelah 2 tahun lebih berlalu,
baru kini aku menyadari,
bahwa aku juga memiliki perasaan itu padamu,
dan mengharap perasaanmu dulu padaku dapat benar-benar kembali.

maafkan aku yang dulu telah menyia-yiakanmu,
maafkan aku yang terlambat menyadari,
yang telah terlambat mengerti.





di sini,
di tengah gelapnya ruang keluargaku di malam hari ini,
aku berbahagia dan juga menangis,
membaca pesanmu.

No comments: