Sunday, September 13, 2009

entahlah

aku melihatnya, membukanya, membacanya.
baris demi baris kalimat,
singkat,
tapi aku merasakan luka di sana.

aku tidak tahu,
tidak pernah tahu,
mana yang lebih buruk,
mengetahui hal yang tidak ingin diketahui,
atau tidak mengetahuinya sama sekali sampai akhirnya terbongkar dengan sendirinya.

semuanya terasa sama-sama menyakitkan.

aku berjalan di pinggir trotoar jalan,
sendiri.
dan ketika aku mendongak menatap langit,
langit itu sendiri, sama sepertiku,
kelam.

untuk kesekian kalinya,
aku mencoba membisikkan kata-kata itu ke dalam pikiranku yang penuh ini,
bahwa aku juga berhak bahagia.
tapi entahlah,
aku tidak tahu.

aku mendongak menatap langit sekali lagi,
tapi langit itu masih sepi, masih kelam.

kemudian hujan datang,
mengalir membasahi diri bersama dengan airmata.

No comments: