Thursday, March 29, 2012
Kay
Aku baru saja membaca beberapa tulisan lama di blog ini. Banyak sekali tulisan tentangmu ya? Banyak sekali. Ada kesedihan, ada kebahagiaan, ada banyak ungkapan perasaan yang mendalam. Bagaimana keadaanmu sekarang? Bagaimana Solo? Ternyata, setelah hampir 3 tahun berlalu aku masih tidak mendapat menjejakkan kaki di kota yang sangat indah menurutmu itu.
Kau tahu, aneh sekali, kadang-kadang aku masih sering memikirkanmu. Pemikiran-pemikiranmu, lagu-lagu Jason Mraz itu, kata-katamu tentang jarak Palembang-Solo yang hanya beberapa ratus kilometer saja.
Lucu ya, betapa dua orang asing yang terpisah jarak begitu jauh, bisa merasa begitu dekat.
Aku masih membaca Rectoverso, kau tahu? Aku masih membacanya berkali-kali. Peluk, Hanya Isyarat, Tidur. Seakan membacanya sekali saja tidak cukup. Aku masih belum menemukan sosok yang bisa mengobati hausku akan tulisan sepertimu. Tulisanmu yang begitu hidup. Satu-satunya hal yang mungkin menyatukan kita.
Aku sedang terjebak sekarang Kay, menyedihkan sekali. Aku terjebak dalam keterasingan. Dan tidak ada tempat seperti pinggiran pantai di Gent atau Piazza Navona di Roma. Aku terjebak dalam rutinitas yang menjemukan, orang-orang yang bergunjing dan tidak dapat dipercaya, masa lalu yang masih mengekang, dan sebuah hubungan yang rumit.
Seandainya aku lelaki, aku sudah mengambil sebuah ransel dan berangkat ke Solo. Kemudian aku akan mengajakmu mengelilingi Notre Dame dan menjelaskan kisah Monet, Manet, dan Renoir yang aku kagumi mengenai kisah mereka besar di Mont Matre. Aku juga akan menjelaskan beragam tipe arsitektur gereja di Itali, tentu saja.
Tapi kita hanya bisa bermimpi ya, Kay. Seperti mimpi-mimpi kita dulu. Tentang gadis kecil dan bintang. Tentang jarak beratus kilometer yang dikalahkan oleh bulan purnama yang sama-sama kita lihat. Purnama yang selalu sama, di Assisi, di Brugge, di Paris.
Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, Kay. Tapi dirimu pasti tahu. Dirimu selalu tahu apa yang tidak pernah aku katakan. Dirimu yang tidak seperti orang lain, yang mengatakan apa yang sebenarnya tidak mereka tahu.
Di suatu momentum, garis kehidupan kita akan bertemu pada suatu titik lagi, Kay.
Entah kapan.
Monday, January 03, 2011
Rain
I know this thing will happen to us.
Friday, December 24, 2010
Christmas and Old Memories
The snow, the Christmas tree, the Christmas markets, the Christmas lamps, the mistletoe, Santa, the socks with the presents inside, and the warmth in my lovely host family's house :")
I remember those time when we celebrate Christmas in Oberhambach, Idar Oberstein, Germany. The place is so beautiful. In the afternoon I really love to walk alone in the pine forest. Though the weather was really cold, it's so relieving for me. It's like a self-meditating journey. And in the evening we love to walk outside the villa and admiring lots of stars in the night sky. God, how I miss those beautiful moments.

Me and Santa in The Christmas Market, Grand Place, Brussels.
See I was as fat as Santa there. Ha ha! :D
I really do.
Sunday, December 19, 2010
Here are my stylus drawing
Here are my stylus drawing. I draw them during the ISBD class. It's quite surprising that the final result looks really similar with an american style drawing. I drew picture above when I was missing ritopanovich so much. Then I sent it for him and he said this is his favorite:
Tuesday, December 14, 2010
I'm so grateful
- always having Allah The Almighty by my side
- woke up at 4 a.m. and did my MPK homework successfully
- eat the very delicious breakfast meal made by my lovely Mom
- went to Layo right at 7.30 am but still wasn't too late to join the 1st lecture
- having a good time with friends
- meet my child Cindy at her economy faculty's mosque
- spending a great and meaningful afternoon time with Ma cher and seeing him and his great smile
- having the chance to greet Daddy right when he's home
- having another family dinner with Mom and Dad
- having a little chat with my little sister
- currently listening to the beautiful rain drops outside
- always having the blessing chance to sharing with Ma cher every night at 9 pm
- always been blessed everyday, every time, now and forever.
Monday, November 01, 2010
November wish
- Join the aikido class
- Go to Mentawai and Merapi and work there as the volunteer
- Visit Indonesian Vegetarian Society
- Fasting and do prayer with my whole heart
- Pass the exam successfully
- Watch Eat, Pray, Love with ma cher
- Call my lovely sister right at the midnight at her 19th birthday
- Celebrating vijf maanden samen met ma cher
- Visit YPAC and nursing home in Palembang
- Write a new letter and send some recent pictures for my dearest hostfamily
- Visit the Textile Museum
- Go to the bookstore and stay there all day long
- Buy Rectoverso by Dee
- Start to eat oatmeal regularly
- Back to my pescovegetarian eating habit
- Do the DVD marathon
- Go to the cinde market to buy scallop satay and my favorite cakes
- Cooks spaghetti bolognaise for the whole family
- Be more independent and try to enhance my very bad time management
- Try to make all the wishes above come true
Tuesday, April 06, 2010
yes, I miss you.
Tapi sayangnya gue belom punya banyak waktu buat nulis lagi. Hiks.
Sejak maret gue terkukung oleh blok 17 Obstetri Ginekologi (Obgin) dan seminggu lagi gue udah mulai ujian. Glek. Padahal tulisan-tulisan udah impit-impitan di otak gue minta dikeluarin dari kemaren-kemaren. Sigh.
Tapi akhirnya gue bisa nyempetin juga. Yeaay. Walo ga bisa nulis secara detil satu-per satu, but here are some quick updates from me:
Blok 16 Ilmu Kedokteran Jiwa gue dapet A!
Dan nilai gue tertinggi ketiga seantero angkatan. Whii sumpah gue seneng seneng seneeeeng banget. Ga sia-sia gue ngerelain keboisasi gue buat bikin assignment secara ekspres dari jam 2 ampe jam 5 subuh. Alhamdulillah terima kasih ya Allah.
Blok 17 obgyn asiiiik banget. Dan guess what? Gue ketemu lagi sama residen obgyn yang dulu sering ngangguin gue. Ternyata dia udah married!! Hahaha. Alhamdulillah, Allah menghindarkan gue dari segala mara bahaya. Hihihi.
Skill lab-skill lab obgyn enaak banget. Skill labnya langsung di rumah sakit, jadi kita bisa sekalian observasi ke ibu-ibu hamilnya langsung. Yang artinya bisa ketemu dedek-dedek bayi yang baru lahir juga. Aah sukanyaa.
Gue dengan ga sengaja (lebih tepatnya disuruh alias dipaksa sama sahabat gue si hafizz) ikutan audisi teater dul muluk kampus gue. Dan setelah dikerjain oleh para residen penyakit dalam di depan temen-temen gue sendiri, disuruh baca puisi (grrrr), akting ketakutan, akting sedih, jalan ala putri kerajaan, sampe nyanyi Because of You-nya Keith Martin, gue lulus! Hahaha. Untuk peran permaisuri pula! Hahahaha. Padahal gue lebih cocok buat peran raja kan yaa :p
Gue sekarang resmi meninggalkan kacamata merah kesayangan hadiah dari opa Van Gerven dan akhirnya beralih ke contact lens! Yeup, walau dokter mata gue ga nyaranin tapi gue teuteup nekat demi kenyamanan tiap ngemsi pelantikan S.ked dan dokter. Hehe. Dan gue sukaa deh pakenya. Walau errrr tiap masang rasanya ribeet banget. Maklum mata gue sensitif banget sih.
Setelah 3 tahun ga pernah ngomong bahasa belanda (kecuali pas Carine sama Erik nelpon dari Belgia) gue ketemu dan ngomong bahasa belanda secara live sama 2 koas Belanda dari Maastricht Universiteit, Judith sama Marlous, yang lagi pertukaran koas di sini. Gue seneeng banget akhirnya bisa ngobrol-ngobrol lama pake bahasa Belanda lagi. Alhamdulillah.
Opini gue tentang public figure yang inspiratif dimuat di CC Magazine Edisi 07/XI ! Dan sebagai hadiahnya gue dapet tas Femme yang cantiik banget! Whii~ I'm so lucky! Thanks dear Allah.
Itulah beberapa update dari gue. Foto-foto menyusul yaa. Terima kasih ya Allah untuk awal April yang seru, penuh kejutan, dan penuh berkah ini. I love you :)
p.s.
Terakhir, akhir-akhir ini gue sering banget keinget sama dia. Kakak gue. Si hitam manis misterius yang cerdas dan wawasannya luas banget. Yang khas dengan logat jawa dan sebatang rokoknya. I miss you my dear brother. I really do.
Saturday, February 20, 2010
a great beginning of a new year
Monday, January 11, 2010
from 18 to 21
Ga kerasa ya, udah 2010 aja..
Walopun kata sebagian orang kalimat di atas klise, tapi buat gue begitulah adanya. Hidup gue terasa cepet banget berlalu setelah kepulangan gue dari belgia, atau tepatnya pasca ulang tahun gue ke 18 yang dirayain di belgia bareng hostdad Erik, hostmom Carine, Opa Jos, Oma Gerda, Daniel, sahabat gue di Mater Dei Els, sahabat-sahabat AFS gue Andrea dari Costa Rica, Macarena dari Paraguay, Fa dari Thailand, dan sahabat-sahabat kecil gue yang baru kelas 6 SD Anke, Mieke, dan Lien.
Balik bentar ke ultah gue ke-18 itu..
Gue inget banget gimana ekspresi geli hostdad waktu ngedenger statement gue yang mati-matian minta diakui sedang ultah ke-17 tahun lagi -bukan malah ke-18-. Alasan gue waktu itu adalah dengan berumur 18 berarti gue udah tua dan akan terus bertambah tua tentunya. Sedangkan gue ga mau jadi tua dari tahun ke tahun. Gue inget banget gimana hostdad sampe ketawa dengan tawa khas kebapak-bapakannya sambil terus ngingetin gue yang teramat sangat keras kepala ini kalo gue ulang tahun ke-18, bukan ke-17. What a memory..
Yah, mungkin kedengerannya childish banget yak, tapi begitulah adanya. Waktu itu yang ada di pikiran gue adalah, di saat umur gue bertambah ke 18, 19, 20, dan seterusnya, hidup gue bakal jadi tambah rumit, tambah kompleks, tambah menjadi kurang menyenangkan. Dan gue pikir seiiring dengan bertambahnya usia pun orang-orang di sekitar gue bakal berubah. Orangtua bakal lebih banyak nuntut, pengen kita lulus kuliah tepat waktu, IP gede, kalo bisa cumlaude kenapa ga (yang satu ini bokap gue banget). Adek-adek gue bakal lebih menuntut gue untuk jadi lebih dewasa yang artinya gue ga bisa lagi sering-sering bertingkah barbar ke mereka (secara udah tuwir), sahabat-sahabat gue di SMA bakal sibuk dengan kuliah dan problematika hidup mereka masing-masing, dan temen-temen gue yang bakal gue miliki di kampus pun bakal jauh lebih INDIVIDUALIS. Dan itu semua terbukti bener.
Sepulang gue dari Belgi..
Sahabat-sahabat gue mulai sulit dihubungi dan diajak ketemuan. Mereka sibuk kuliah, Jabek malah kuliah nun jauh di Malay. Sebenernya kita sering banget ketemuan untuk kategori orang yang masih sahabatan sampe sekarang, tapi jarang banget bisa lengkap berlima atau bisa lama-lama. Lantas temen-temen gue di kampus asli jauh lebih individual. Entah karena emang hal tersebut merupakan ciri khas mahasiswa kedokteran secara umum yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau karena guenya aja yang biasa sekelas 3 tahun di SMP dan 2 tahun di SMA dengan orang-orang yang itu-itu aja sehingga bagi gue persahabatan dan kebersamaan itu penting.
Lantas enyak babe gue, mereka ga banyak berubah sih, tetep sayang sama gue, tapi di pertengahan tahun lalu gue sempet ngerasa capek sama mereka yang masih aja nuntut lebih ke gue padahal gue udah setengah mati kuliah di kedokteran ambil jadi anak BEM, ketua Medifka, Pimred BPN ISMKI, MC-MC acara FK, MC pelantikan s. ked dan dokter, dan jadi panitia ini itu lainnya. Dan nyokap bokap gue masih nyuruh gue nyoba jadi presenter acara kesehatan di TV lokal, zzz... dan seolah ga cukup, baru-baru ini gue laporan ke nyokap,
"Ma, pengumuman beasiswa prestasi udah dipajang. Nama kakak ada, IPnya dicantumin pula"
"Emang IP kamu berapa?"
"3 koma 5, yang 2 komaan banyak juga lho ma"(dengan suara memelas minta ampun)
dan taukah anda respon emak gue? respon emak gue adalah,
"Hmm berarti turun nol koma satu. Kemaren2 kan 3 koma 6, itu kenapa kok bisa turun?"
zzzzzz...
Among all, yang paling gue rasain pasca ulang tahun dan pulang ke Indonesia adalah,
ga ada perubahan berarti dalam hidup gue :(
Gue masih gini-gini aja selama hampir 3 tahun dari kepulangan gue. Masih barbar di rumah, masih 'bertopeng' di kampus, masih makan kayak kuli(walo lebih terkontrol), masih suka males belajar, masih stuck belajar nyetir, masih ga bisa bawa motor dan masih ga bisa MASAK.
sementara itu bahasa Belanda gue mengalami degradasi, gue tambah sering ngebo, dan tambah sering begadang bermalam-malam, huff...
Paling banter hal yang gue capai selama hampir 3 tahun ini adalah gue berhasil beranjak dari berat 56 kilo ke 46 kilo dan gue mulai belajar bahasa perancis. That's all.
Karena itulah di tahun ini gue pengen banget berubah, jadi lebih baik? Oke bagi gue kedengerannya terlalu klise dan kurang spesifik, jadi ini yang gue bener-bener mau:
- Lebih deket dengan Allah SWT, dalam segala aspek.
- Mencoba memberi pengertian kepada orang tua gue kalo gue adalah manusia biasa, bukan power puff girl apalagi wonder woman.
- Berhenti atau paling ga mulai mengurangi sifat barbar gue di rumah.
- Mengurangi aktivitas hibernasi dan menambah jam belajar.
- Belajar masak, lanjut belajar nyetir sama bokap sampe bisa bawa sendiri ke kampus dan mulai belajar motor (iye, gue emang cupu enggak bisa naek motor).
- Mulai merintis karir sebagai vegetarian
- Dan terakhir, melepas 'topeng' gue dimana pun dan menjadi diri gue sendiri.
Gue akan berusaha untuk ngewujudin SEMUANYA, untuk diri gue sendiri, untuk usia 21 tahun yang lebih baik.
Insya Allah.
Friday, December 11, 2009
22 tahun sudah :)
10 Desember 2009
Tepat pada tanggal tersebut, genap 22 tahun ayah dan ibu saya mengarungi rumah tangga sebagai pasangan suami istri yang saling melengkapi. Suka duka, tawa canda, dan berbagai kisah sudah banyak mereka lewati bersama.
08 Desember 2009
Saya mulai mencari-cari ide untuk memberikan kejutan yang berbeda di tahun ini. Yang pertama terlintas di pikiran saya, tentu saja adalah sebuah birthday cake yang nantinya akan saya beli di sebuah bakery shop. Dengan tambahan hiasan lilin dan sebuah kartu ucapan, saya yakin akan menjadi kejutan pertama yang cukup manis nantinya.
Kemudian saya kembali memutar otak, apa selanjutnya selain sebuah birthday cake biasa? Kalau cuma itu, toh tidak ada bedanya dengan surprise yang saya berikan di hari ulang tahun sahabat ataupun teman saya. Saya butuh kejutan yang lain, yang berbeda.
Akhirnya dalam perjalanan dari kampus Indralaya ke
Baiklah akan saya jelaskan :) Memasak memang sebuah hal biasa bagi wanita pada umumnya. Sementara saya bukanlah wanita pada umumnya :p Di rumah saya lebih terkenal sebagai tukang makan dibandingkan tukang masak. Dari dulu entah kenapa saya memang lebih tertarik untuk merapikan rumah dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dibandingkan memasak. Maka dari itu, saya yakin fakta bahwa saya akan memasak untuk kedua orang tua saya dapat menjadi sebuah kejutan yang manis bagi mereka, sekaligus awal yang baik bagi saya untuk mengasah kemampuan baru, kemampuan memasak.
Baiklah, birthday cake sudah, rencana memasak juga sudah. Sudah cukupkah kejutan saya untuk mereka? Tentu saja belum. Saya merasa kedua hal tersebut tidaklah dapat ‘dimiliki’ dan ‘dikenang’ hingga mereka bercucu kelak. Karena sesampainya di lidah, tentulah pada akhirnya semua hanya akan berakhir sebagai sebuah kenangan tanpa adanya sebuah bukti.
Akhirnya, dengan kembali memutar otak, saya mendapatkan sebuah ide yang menurut saya tidak biasa dan begitu manis, sebuah hadiah yang sederhana namun dapat disimpan dan dikenang sebagai sebuah kenangan manis :)
09 Desember 2009
Tiba saatnya mempersiapkan bahan-bahan untuk memberikan kejutan tersebut. Ditemani oleh sahabat saya Nilam, saya pergi ke sebuah hypermarket dibekali dengan catatan belanja di dalam otak saya dan uang tunai dari tabungan saya sendiri, hasil dari honor menjadi mc pelantikan dokter selama ini.
Pertama, sebuah birthday cake. Kedua bahan-bahan untuk memasak. Di sinilah saya sempat kebingungan. Karena ingin menyuguhkan sesuatu yang beda, saya berniat membuat bruschetta, karena mudah dan cukup enak(maklum saya pemula di bidang masak-memasak :D. Tetapi sebenarnya jauh di lubuk hati saya, saya ingin membuat spaghetti bolognaise karena semua anggota keluarga saya suka dan adik saya Ketie yang sedang kuliah di UI, dulu sering membuatkannya untuk kami di setiap momen-momen spesial.
Sayangnya, rencana ini sempat diragukan oleh banyak pihak. Adik bungsu saya, Randi, mengerutkan dahi meragukan rencana saya membuat spaghetti pada saat saya menyampaikan rencana ini kepadanya. Kalimat yang terlontar dari mulutnya,
“Heh? Emang bakal enak?”
Aduh aduh perih hati saya mendengarnya :D. Tapi saya tetap maju tak gentar. Saya lalu menghubungi Nilam (pada tanggal 8 Desember 2009) dan berkonsultasi dengannya. Namun betapa sedihnya saya saat komentar dari sahabat saya di seberang telepon adalah sama dengan komentar dari adik saya Didi,
”Emangnya spaghettimu enak, Pris?”
Aduh, tambah pedih hati saya, hahaha. Tapi sekali lagi saya berusaha pantang menyerah dan meminta dukungan dari Ketie, sang master spaghetti. Akan tetapi lagi-lagi komentar yang saya dapat adalah,
”Emangnya spaghetti kakak bakal enak? Kakak kan belum pernah bikin spaghetti”
Oh Tuhan begitu banyak orang yang meragukan saya. Hal ini benar-benar menggoyahkan niat dan tekad kuat saya.Tetapi alhamdulillah pada detik-detik terakhir akhirnya saya tetap memutuskan untuk membuat spaghetti bolognaise bukan bruschetta. Saya ikuti kata hati saya dan saya abaikan dulu untuk sementara komentar-komentar tersebut.
Di sana, tak lupa saya membeli sebuah ’hadiah’ yang tak biasa yang dapat menjadi kejutan sekaligus kenangan manis untuk ayah dan ibu tersebut. Dan akhirnya dengan susah payah dan sekuat tenaga agar tidak ketahuan(saya sampai lewat pintu dapur segala) saya sampai ke rumah membawa semua bahan yang diperlukan dengan selamat.
10 Desember 2009
Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Saya sengaja memilih momen sore hari untuk memberikan kejutan, karena sore hari adalah waktu santai dan waktu berkumpulnya keluarga.
Maka tepat pukul 3 sore, saya mulai meletakkan lilin di atas birthday cake, menghidupkannya, menaruhnya di atas nampan untuk segera dipersembahkan untuk dua orang yang paling saya cintai. Tak lupa, sebuah hadiah yang telah dibungkus kertas kado dan dibalut pita yang manis, lengkap dengan sebuah kartu ucapan.
”Happy 22nd wedding anniversary” ,ucap saya sembari tersenyum.
Ibu saya menoleh sembari tersenyum lebar. Ayah saya yang sebelumnya sedang berbaring beranjak dan segera menyambut kue manis bertabur lilin tersebut. Mereka berdua tersenyum bahagia, make a wish bersama, kemudian meniup lilin bersama. Lilin yang menandakan tepat 22 tahun mereka telah membina keluarga dengan penuh kerukunan dan kasih sayang.
Tibalah saatnya membuka ’hadiah’ yang sudah saya persiapkan. Ibu saya membaca kartu ucapan yng kami beri. Ayah saya membuka kertas kado dengan hati-hati. Dengan telaten beliau membukanya, ibu saya menunggu dengan sabar. Dan akhirnya hadiah itu terbuka seutuhnya,
Sebuah bingkai foto besar, berisi 8 buah foto ayah dan ibu saya, sejak masih muda hingga saat ini.
Foto pertama dan kedua: Foto ayah dan ibu beberapa tahun sebelum menikah. Ibu saya terlihat begitu cantik di mata saya, kulitnya putih dan badannya mungil. Ayah saya masih terlihat sangat kurus di usia mudanya, jauh berbeda dengan sekarang.
Foto ketiga: Foto ayah dan ibu saya dengan latar belakang danau Ranau dengan beberapa anak kecil yang sedang mandi di sana. Di foto ini mereka masih terlihat amat muda.
Foto keempat: Foto pernikahan ayah dan ibu saya. Mereka terlihat begitu bahagia dalam balutan baju pernikahan adat Sumatera Selatan. Pada saat menikah ibu saya berumur 22 tahun dan ayah saya berumur 27 tahun. Merupakan foto favorit saya karena momen pada foto tersebut begitu membahagiakan^^
Foto kelima: Foto ayah dan ibu saya dengan latar belakang kebun teh Pagaralam, diambil tahun kemarin. Terlihat ayah merangkul ibu dari belakang. Salah satu foto yang sangat ibu sukai.
Adapun ketiga foto terakhir diambil saat berlibur di Bandung awal Agustus silam. Mewakili keadaan dan cinta mereka pada masa sekarang.
Alhamdulillah ayah dan ibu suka dan bahagia dengan hadiah kecil saya dan adik-adik tersebut. Ayah saya sampai bergeleng-geleng, heran darimana dan kapan saya mengumpulkan foto-foto jaman dahulu beliau tersebut.
Dan akhirnya, sebagai penutup kejutan, saya memasak spaghetti bolognaise untuk mereka. Dan alhamdulillah spaghetti tersebut rasanya enak, dibuktikan dengan piring ayah, ibu, dan didi yang bersih tak bersisa ;)
Selamat ulang tahun pernikahan ke-22 ayah dan ibu.
Semoga cinta ayah dan ibu, cinta keluarga kita, akan terus bersemi sekarang, nanti, selama-lamanya.
Aamiin ya Robbal’alamiin..
We houden van jullie,
Heel erg hard..
Palembang, 11 Desember 2009
19.24 WIB
Saturday, November 21, 2009
alhamdulillah
Tuesday, November 17, 2009
neurosensory system~
- Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin(Litmin)
- Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokkan(THT)
- Ilmu Saraf/Neurologi
- Ilmu Penyakit Mata
- Buku Ajar Litmin: Fitz Patrick Dermatology, Buku Ajar Litmin FK UI a.k.a Buku Merah, Atlas of Dermatology)
- Buku Ajar THT: Buku Ajar THT FK UI a.k.a Buku Hijau, Atlas Berwarna THT dr. Abla Ghanie, Sp. THT(K)
- Buku Ajar Saraf: Neurologi Dasar dan Klinis a.k.a Buku Hitam -bukan, bukan buku santet kok-
- Buku Ajar Mata: sampe detik ini gue belom tau referensinya apa -__-
"karena kalian bukan di sistem SKS lagi tapi udah di sistem KBK, jadi untuk kuliah-kuliah dasar kalian belajar sendiri yaaaa" (sambil senyum)belajar sendiri? errr, oke.
"eh, jadi anak kedokteran tuh sibuk banget ya?"
"eh ga juga kok"
"Iyaaaa!!!!"
Thursday, November 05, 2009
hipoglikemia
Wednesday, November 04, 2009
cloudy with a chance of meatballs
"pris, ke kantor gubernur sekarang. kita mau nyairin duit buat muswil"
"lho, lupa ya? calon suaminya kan orang solo"
Saturday, September 26, 2009
een dikke meisje worden (nog eens)
hari ini pagi jam 9an setelah nganter ketie ke bandara brg sekeluarga, aku ke madang buat ngambil modul lab skill anamnesis anemia ilmu penyakit dalam(IPD). penanggung jawabnya hafizza yang tak lain tak bukan merupakan sahabat (sekaligus korban penganiayaan) aku sejak ospek sampe sekarang. ternyata oh ternyata, yg disebut "modul" itu adalah hanya selembar kertas (tak) berharga yang isinya sama dengan yang dibagiin pas skill lab anamnesis ilmu kesehatan anak (IKA), miris deh. tapi apa aku nyesel udah jauh-jauh dateng ke madang? tentu tidak saudara-saudara. karena si hafizza sdh berjanji akan mentraktir di solaria, wohoo~ dalam rangka apa? umm.. ga ada sih, dalam rangka memenuhi jatah preman buat aku aja, haha
di solaria kita ketemu sama pasangan abadi: eja faishal & dian. kita jadi ngumpul berempat, sepintas kayak double date gitu kali yee. eja & dian emang beneran couple sih, sedang aku & hafizza? majikan(aku) dan babu(hafizza) pastinya, hahaha
aku sempet moto kemesraan si hafizza dan eja faishal(semoga dian ga jealous):
"ketemu di musholla mana pris?"
nyeh, kayanya si hafizza ketipu deh. dia bukan anak musholla, tongkrongannya di kuburan, itu baru bener.
akhirnya hafizza pun balik dan aku lanjut baca komik taamonya sampe tepar. dibangunin mama jam 4, karena si arin udah dateng! ya ampun.. akhirnya dengan mata sepet, rambut acak-acakan, dan keadaan yang masih apatis aku nyamperin arin dan permisi buat sholat dulu.
abis itu kita langsung cabut ke ayam bakar & bakso pak tris(setelah aku ganti baju dan ganti muka tentunya). dan langsung memesan bakso, fufufu, aku udah ngidam berhari-hari, heuu~ and here is the meatballs:
dan menjelang maghrib pun aku dianterin balik, dengan perut yang super full tentunya, heuheu. terima kasih buat hafizza dan arina buat hari ini, love you, guys!
Thursday, September 24, 2009
today's review
pagi ini dimulai dengan banyak tanda tanya. ya, dia memang sering membuat aku bertanya-tanya, tapi apa aku membenci keadaan itu? tidak sama sekali. hidup memang seperti rollercoaster, and I enjoy it so much.
sekitar jam setengah 10an temen adek cowokku-si bungsu didi- ke rumah, dan mereka: rame! jadi terpaksa aku, ketie, dan mama mengungsi ke dapur karena mereka duduk di ruang tamu tengah yang nyambung ke ruang nonton. kami adalah 3 orang perempuan yang (terpaksa) belum mandi karena air memang hidup agak siang. temen-temen didi sebagian besar cowok, dan ada ceweknya juga. aku dan ketie langsung aja nyoba-nyoba ngintip, nyari tau yang mana (entah mantan entah masih) pacarnya si didi di ruang tengah itu. hahaha, dua orang kakak yang norak emang. karena susah liatnya, setelah air idup aku langsung buru-buru mandi. sialnya udah dikebut ternyata masih aja telat, si didi & friends keburu pergi ke tempat gurunya, yahh...
dan akhirnya aku pun sarapan, jam 11 siang! haha nanggung emang. akibatnya juga aku jadi ga makan siang, untungnya maag ga kambuh. tapi ini bener-bener ga bagus sebenernya, bisa bikin maag aku tambah parah, yah, aku memang bandel :p
siangnya, aku melakukan aktivitas seperti biasa: online, mumpung masih libur. dan ada hal lucu yang terjadi tadi siang. masa iya, si ketie bilang dia mirip sama raditya dika. hwaaa mirip dari mana coba? dibilang mirip setelah dia liat fotonya di twitter, hahaha. ada-ada aja si ketie. perasaan ga ada mirip-miripnya deh. cakepan dia kemana-kemana kali dari raditya dika, atau malah sebaliknya? hahaha *no offense, dear
terus aku pun lanjut ngebo, ah, udah lama ga ga tidur siang. rencananya sore mau ke rumah arina, sekalian udah lama ngidam pengen makan bakso pak tris deket rumah arin. eh, tapi pas bangun ternyata semua mau pada pergi ke mall. ah, sedihnya, ga jadi deh dan terpaksa ditunda besok. akhirnya aku tinggal sendiri di rumah. males pergi ke mall mengingat mall di kala libur pastinya teramat sangat rame oleh alay-alay dan anak sd-smp yang heboh pengen ngabisin THR. mengingat juga keluarga sering jalan dari mall ke mall, capek. aku emang ga terlalu suka keramaian, bikin pusing, sakit kepala. mending di rumah aja, bisa beres-beres rumah(yang selalu diberantakin orang rumah) dan ga capek.
so, here I am. sendirian di rumah. online sambil nonton get married di sctv(I love it), sambil menahan perut keroncongan*belum makan siang sampe sekarang, mau digabung sm makan malem*. dan tentunya ditemenin dia, dari kejauhan tapinya, hehe.
alle, tot ziens dan!
Wednesday, September 02, 2009
feel better
Tapi finally setelah kemaren dua hari hidup secara ga jelas, hari ini aku ngerasa jauh lebih baik. Pagi-pagi udah beres-beres rumah dan ngerasa cukup seger buat hidup kembali setelah semaleman ga bisa tidur karena dismenorrhea. Penyakit bulanan ini bener-bener ngeganggu banget, aku jadi ga bisa ngapain2. Bener2 ga bisa. Cuma bisa neken perut sambil kesakitan. Haah, derita perempuan.. Untungnya Allah SWT emang Maha Baik, setelah semaleman ga bisa tidur dan akhirnya cuma bisa tidur gelisah selama 2 jam, aku bangun dengan kondisi lahir-batin yang jauh lebih baik.
Sebenernya semalem aku sempet mikir macem2 soal keberadaan si abang. Dan bodohnya yang aku pikirin malah yang jelek-jelek. Sampe akhirnya waktu keluar kamar menuju dapur jam setengah 1 an malem buat nyeduh teh, aku ngerasa ada yang megang pundak aku. Yang langsung ada di pikiran aku waktu itu adalah, haah jangan-jangan si Abang!! Sampe-sampe pas aku noleh aku nyebutin nama dia. Haah, dasar gila, emangnya film Ghost apa. Halah-halah..
Hari ini salah satu temenku -Satria- ngasih komen di wall fb. Dia nanya kenapa postingan2 aku isinya suram semua, dia nanya dengan nada tulisan prihatin gitu. Aku bilang aja emang aku cuma bisa nulis kalo lagi suram. Rasanya malah pengen ngomong kaya gini ke dia, " Iya sat, hidup aku tuh ga selalu bahagia tau, sometimes I get hurt too, sometimes being sad, sometimes getting mad. Sama kaya orang-orang pada umumnya. Bedanya aku ga bisa kayak orang-orang yang dengan leluasa mengeluarkan emosi mereka secara spontan. Dari kecil aku terlatih untuk meredam emosi. Kalo aku marah, kesel, sedih, sensi, aku cuma bisa diem. It's better for me to write down my sadness, my anger, dan semua hal lain yang ga bisa kalian liat kalo aku lagi pake topeng." Tapi ga jadilah, kapan-kapan aja. Ato paling ga dia bisa baca sendiri kalo liat postingan ini. Haha malah jadi emosi :p
Hari ini sebenernya perut aku masih nyeri sih, tapi ga terlalu parah. Aku coba ngatasinnya dengan nonton reality show korea Super Junior Full House yg dipinjemin chacut. Sebenernya acara ini tergolong cukup ga jelas. Tapi lucu juga sih. Apalagi cowok-cowok yang ada di dalamnya, haha. I just love asian boy so much. Apalagi si heechul, wedew, so cute. Tapi kegembiraan aku cuma bertahan sehari, Chacut sm Mully bilang dia homo. OMG.. Ada satu lagi yang cute abis, namanya Kibum, wedeeew yg ini juga ganteng pisan, ckckck. Gawat-gawat ini, pikiran aku mulai teracuni hal-hal ga penting kaya gini. Dan ini adalah salahnya Chacut saudara-saudara.
Oke sekian dulu postingan hari ini, mau lanjut memandangi tingkah konyol & tampang super cute dari Heechul yang katanya: homo, saudara-saudara.
Yah, patah hati deh..
aaaah gantengnyaa~
Kibum Super Junior
senyumnya: hwaa... *melting
Tuesday, September 01, 2009
awal bulan ini
Semalem -hampir sama dengan malam2 sebelumnya- aku kebangun dengan kaget setelah ngeliat something spooky di kaca besar yang nempel di lemari sebelah tempat tidur. Selama beberapa detik I was so shocked. I thought I was seeing a corpse in the mirror, really teriffying. But after my brain got used with the situation and began to work properly, finally I realized: It was my own shadow in the mirror.
Sepertinya liburan sebulan lebih membuat Lycopene saya bertambah. Di kaca itu I was looked so much brighter, staring to myself dengan begitu kosong, with a totally messy hair. Bener-bener terlihat seperti mayat. So silly, dikagetkan oleh bayangan diri sendiri di pagi buta.
Sudah tiga hari ini aku menjalani hidup dengan so plain. I have no spirits at all. Ga ada semangat buat beres-beres rumah yang akhirnya berakhir dengan complain dari mama. So sorry Mom, I just can do nothing right now. Hidup selama 2 hari ini dijalani hanya dengan membuka fb & twittering sambil ngedengerin lagu Love for a Childnya Jason Mraz. Thanks to twitter yg at least udah bisa ngurangin beban aku dengan sedikit nyampah di sana. Also to my old friend yg berada jauh di sana, makasih udah jadi teman berbagi yang begitu baik.
Oh, I'm really curious about my brother, may Allah SWT always save him everywhere he is, everyplace he goes.
Hari ini pengumuman STAN, dan Ketie ga lulus, pas seperti dugaanku. Papa keliatan agak kecewa, mama juga mungkin, tapi terlihat biasa aja. Aku sendiri baru tau sore-sore pas wall-wall-an sama dia. Ketie terlihat(atau yah terdengar) sedih banget karena merasa bener-bener bersalah udah ngecewain papa. Then I tried to advice her and alhamduillah it works. Sedari awal aku udah tau banget, sedari dia ikut tes, sedari dia dinyatain lulus di FISIP UI jurusan Ilmu Komunikasi, kalo dia ga ada niat sama sekali buat masuk STAN. I knew it that she could never passed the STAN exam. She just loves UI so much, UI has been enter his soul since the first day she was accepted in that university. Me and my whole family was so proud, we never ever imagined-especially me- that my annoying little sister can be the part of such a great university like that.
So I think UI is her passion now, part of her life, so it's so much better for my parents to let her go to reach her own dream. I know my parents do understand about this. Thanks to Allah SWT for giving us such a democratic parents like them.
Sore ini aku mulai ngupload lagi foto2 selama homestay di belgia dulu di facebook. Kali ini aku ngupload foto2 The Netherlands edition. Aku cuma bisa senyum pahit sambil miris sendiri liat foto2 aku selama ada di negeri kincir angin itu, di Maastricht, place I used to go everytime I get bored in Belgium, Efteling, Disneylandnya belanda, tempat aku for the first time naik roller coster sampe 11 kali, then Valkenburg, a nice place yg kalo di Indonesia mirip puncak, indah berbukit-bukit. So many memories about my homestay in Europe, I don't know why, but I got hurt, I miss that time so much..
Setelah perginya my brother selama 2 hari ini, setelah tidur sendiri sejak Ketie masuk asrama UI Depok, dan setelah mengupload foto2 selama di Belanda, now I know what thing I hate the most in this world:
Aku benci perpisahan.
Semoga Allah SWT selalu melindungi orang-orang yang aku sayang, dimana pun mereka berada.






