Showing posts with label catatan harian. Show all posts
Showing posts with label catatan harian. Show all posts

Thursday, March 29, 2012

Kay

Hallo, Kay. Apa kabar?

Aku baru saja membaca beberapa tulisan lama di blog ini. Banyak sekali tulisan tentangmu ya? Banyak sekali. Ada kesedihan, ada kebahagiaan, ada banyak ungkapan perasaan yang mendalam. Bagaimana keadaanmu sekarang? Bagaimana Solo? Ternyata, setelah hampir 3 tahun berlalu aku masih tidak mendapat menjejakkan kaki di kota yang sangat indah menurutmu itu.

Kau tahu, aneh sekali, kadang-kadang aku masih sering memikirkanmu. Pemikiran-pemikiranmu, lagu-lagu Jason Mraz itu, kata-katamu tentang jarak Palembang-Solo yang hanya beberapa ratus kilometer saja.

Lucu ya, betapa dua orang asing yang terpisah jarak begitu jauh, bisa merasa begitu dekat.

Aku masih membaca Rectoverso, kau tahu? Aku masih membacanya berkali-kali. Peluk, Hanya Isyarat, Tidur. Seakan membacanya sekali saja tidak cukup. Aku masih belum menemukan sosok yang bisa mengobati hausku akan tulisan sepertimu. Tulisanmu yang begitu hidup. Satu-satunya hal yang mungkin menyatukan kita.

Aku sedang terjebak sekarang Kay, menyedihkan sekali. Aku terjebak dalam keterasingan. Dan tidak ada tempat seperti pinggiran pantai di Gent atau Piazza Navona di Roma. Aku terjebak dalam rutinitas yang menjemukan, orang-orang yang bergunjing dan tidak dapat dipercaya, masa lalu yang masih mengekang, dan sebuah hubungan yang rumit.

Seandainya aku lelaki, aku sudah mengambil sebuah ransel dan berangkat ke Solo. Kemudian aku akan mengajakmu mengelilingi Notre Dame dan menjelaskan kisah Monet, Manet, dan Renoir yang aku kagumi mengenai kisah mereka besar di Mont Matre. Aku juga akan menjelaskan beragam tipe arsitektur gereja di Itali, tentu saja.

Tapi kita hanya bisa bermimpi ya, Kay. Seperti mimpi-mimpi kita dulu. Tentang gadis kecil dan bintang. Tentang jarak beratus kilometer yang dikalahkan oleh bulan purnama yang sama-sama kita lihat. Purnama yang selalu sama, di Assisi, di Brugge, di Paris.

Aku tidak tahu lagi harus berkata apa, Kay. Tapi dirimu pasti tahu. Dirimu selalu tahu apa yang tidak pernah aku katakan. Dirimu yang tidak seperti orang lain, yang mengatakan apa yang sebenarnya tidak mereka tahu.



Di suatu momentum, garis kehidupan kita akan bertemu pada suatu titik lagi, Kay.
Entah kapan.

Monday, January 03, 2011

Rain


It's raining.

Sooner or later,
I know this thing will happen to us.




Get well soon.
I'll keep praying for you.

Friday, December 24, 2010

Christmas and Old Memories



Santa with the presents

Somehow I miss the Christmas ambiance in Belgium.

The snow, the Christmas tree, the Christmas markets, the Christmas lamps, the mistletoe, Santa, the socks with the presents inside, and the warmth in my lovely host family's house :")

I remember those time when we celebrate Christmas in Oberhambach, Idar Oberstein, Germany. The place is so beautiful. In the afternoon I really love to walk alone in the pine forest. Though the weather was really cold, it's so relieving for me. It's like a self-meditating journey. And in the evening we love to walk outside the villa and admiring lots of stars in the night sky. God, how I miss those beautiful moments.




Me and Santa in The Christmas Market, Grand Place, Brussels.
See I was as fat as Santa there. Ha ha! :D




I miss every little thing about you dear Christmas.
I really do.

Sunday, December 19, 2010

Here are my stylus drawing

alone and missing you

Here are my stylus drawing. I draw them during the ISBD class. It's quite surprising that the final result looks really similar with an american style drawing. I drew picture above when I was missing ritopanovich so much. Then I sent it for him and he said this is his favorite:


I miss you

I also drew some for my classmate Siti. It was so fun! Thanks my cookie for the drawing panel application <3>

Tuesday, December 14, 2010

I'm so grateful

Today I'm so grateful for:
  • always having Allah The Almighty by my side
  • woke up at 4 a.m. and did my MPK homework successfully
  • eat the very delicious breakfast meal made by my lovely Mom
  • went to Layo right at 7.30 am but still wasn't too late to join the 1st lecture
  • having a good time with friends
  • meet my child Cindy at her economy faculty's mosque
  • spending a great and meaningful afternoon time with Ma cher and seeing him and his great smile
  • having the chance to greet Daddy right when he's home
  • having another family dinner with Mom and Dad
  • having a little chat with my little sister
  • currently listening to the beautiful rain drops outside
  • always having the blessing chance to sharing with Ma cher every night at 9 pm
  • always been blessed everyday, every time, now and forever.
Alhamdulillah :)

Monday, November 01, 2010

November wish

I really want to:
  1. Join the aikido class
  2. Go to Mentawai and Merapi and work there as the volunteer
  3. Visit Indonesian Vegetarian Society
  4. Fasting and do prayer with my whole heart
  5. Pass the exam successfully
  6. Watch Eat, Pray, Love with ma cher
  7. Call my lovely sister right at the midnight at her 19th birthday
  8. Celebrating vijf maanden samen met ma cher
  9. Visit YPAC and nursing home in Palembang
  10. Write a new letter and send some recent pictures for my dearest hostfamily
  11. Visit the Textile Museum
  12. Go to the bookstore and stay there all day long
  13. Buy Rectoverso by Dee
  14. Start to eat oatmeal regularly
  15. Back to my pescovegetarian eating habit
  16. Do the DVD marathon
  17. Go to the cinde market to buy scallop satay and my favorite cakes
  18. Cooks spaghetti bolognaise for the whole family
  19. Be more independent and try to enhance my very bad time management
  20. Try to make all the wishes above come true
Aamiin ya Robbal'alamiin :)

Tuesday, April 06, 2010

yes, I miss you.

Aaah gue kangen ngeblog.
Tapi sayangnya gue belom punya banyak waktu buat nulis lagi. Hiks.
Sejak maret gue terkukung oleh blok 17 Obstetri Ginekologi (Obgin) dan seminggu lagi gue udah mulai ujian. Glek. Padahal tulisan-tulisan udah impit-impitan di otak gue minta dikeluarin dari kemaren-kemaren. Sigh.

Tapi akhirnya gue bisa nyempetin juga. Yeaay. Walo ga bisa nulis secara detil satu-per satu, but here are some quick updates from me:

Blok 16 Ilmu Kedokteran Jiwa gue dapet A!
Dan nilai gue tertinggi ketiga seantero angkatan. Whii sumpah gue seneng seneng seneeeeng banget. Ga sia-sia gue ngerelain keboisasi gue buat bikin assignment secara ekspres dari jam 2 ampe jam 5 subuh. Alhamdulillah terima kasih ya Allah.

Blok 17 obgyn asiiiik banget. Dan guess what? Gue ketemu lagi sama residen obgyn yang dulu sering ngangguin gue. Ternyata dia udah married!! Hahaha. Alhamdulillah, Allah menghindarkan gue dari segala mara bahaya. Hihihi.

Skill lab-skill lab obgyn enaak banget. Skill labnya langsung di rumah sakit, jadi kita bisa sekalian observasi ke ibu-ibu hamilnya langsung. Yang artinya bisa ketemu dedek-dedek bayi yang baru lahir juga. Aah sukanyaa.

Gue dengan ga sengaja (lebih tepatnya disuruh alias dipaksa sama sahabat gue si hafizz) ikutan audisi teater dul muluk kampus gue. Dan setelah dikerjain oleh para residen penyakit dalam di depan temen-temen gue sendiri, disuruh baca puisi (grrrr), akting ketakutan, akting sedih, jalan ala putri kerajaan, sampe nyanyi Because of You-nya Keith Martin, gue lulus! Hahaha. Untuk peran permaisuri pula! Hahahaha. Padahal gue lebih cocok buat peran raja kan yaa :p

Gue sekarang resmi meninggalkan kacamata merah kesayangan hadiah dari opa Van Gerven dan akhirnya beralih ke contact lens! Yeup, walau dokter mata gue ga nyaranin tapi gue teuteup nekat demi kenyamanan tiap ngemsi pelantikan S.ked dan dokter. Hehe. Dan gue sukaa deh pakenya. Walau errrr tiap masang rasanya ribeet banget. Maklum mata gue sensitif banget sih.

Setelah 3 tahun ga pernah ngomong bahasa belanda (kecuali pas Carine sama Erik nelpon dari Belgia) gue ketemu dan ngomong bahasa belanda secara live sama 2 koas Belanda dari Maastricht Universiteit, Judith sama Marlous, yang lagi pertukaran koas di sini. Gue seneeng banget akhirnya bisa ngobrol-ngobrol lama pake bahasa Belanda lagi. Alhamdulillah.

Opini gue tentang public figure yang inspiratif dimuat di CC Magazine Edisi 07/XI ! Dan sebagai hadiahnya gue dapet tas Femme yang cantiik banget! Whii~ I'm so lucky! Thanks dear Allah.

Itulah beberapa update dari gue. Foto-foto menyusul yaa. Terima kasih ya Allah untuk awal April yang seru, penuh kejutan, dan penuh berkah ini. I love you :)





p.s.
Terakhir, akhir-akhir ini gue sering banget keinget sama dia. Kakak gue. Si hitam manis misterius yang cerdas dan wawasannya luas banget. Yang khas dengan logat jawa dan sebatang rokoknya. I miss you my dear brother. I really do.


Saturday, February 20, 2010

a great beginning of a new year

hello there!

whiiii~
rasanya udah lama banget ga ngepost,
udah ampir 2 bulanan kali yak,
padahal di awal tahun ini banyak banget cerita seru yang pengen gue share.

pertama, umm..
tentang apa dulu ya?
okay, tentang diri gue sendiri dulu.
I umm.. I'm not single anymore.

I've finally found someone, the right one, to begin our journey together.
he's also a medical student. kakak kelas gue.
but he's already graduated as S.ked and now he's busy doing his job as the doctor co-assistant at our university hospital, RSMH everyday.

he's very nice. really.
I can always be myself, the real me, just the way I am, when he's beside me.
that's why I said yes when he asked me that question. he also love his family so much and very close to them, that's why I love him. and also one of the reason is that because from the beginning he always introduce me to his great family and he want me to get close to them too.

that's very nice according to me.

so since february 1st, we've been together and until now I thank God for every single time that we've spent together.

you know what, he's really busy everyday. I mean really 'busy', bukannya sok sibuk atau disibuk-sibukin. dia harus jaga di RS dan ngurusin pasien setiap hari dari pagi sampe sore, kadang-kadang sampe besok sorenya lagi. tapi dia selalu nyempetin ngasih kabar, nelpon walo secapek apapun dia, bikin gue senyum dan ketawa tiap hari, dan ngajak gue buat lebih deket sama keluarganya. dia juga ga pernah ngeluh walo sesibuk dan secapek apapun dia pas lagi tugas dan sampai saat ini, dia ga pernah marah atau kesel ataupun bikin gue marah atau kesel.

he's a very nice guy.

and I thank God for having him :)

and...
akhirnya Blok Psikiatri alias Blok Ilmu Kedokteran Jiwa berlalu sudah.
gue sukaaaa banget sama blok ini karena gue emang suka belajar ilmu jiwa.
di samping itu semua dosennya (yang merupakan psikiater dan psikolog) ngajarnya bener-bener jempolan. ditambah skill lab di RSJ Erial Bahar yang ga akan pernah gue lupain seumur hidup gue, plus jadwalnya yang santai yang bikin gue bisa hibernasi setiap hari, hehehe.

ujiannya juga baru aja berlalu dan alhamdulillah, lagi-lagi gue dikasih kemudahan dan kelancaran oleh Allah SWT. ujian MCQ dapet case Demensia Vaskuler, mcq berjalan lancar (SEMUA slide kuliah dengan sukses gue baca dan pelajari dengan sepenuh hati, hehehe), terakhir ujian osce dapet case ADHD(Attention Deficit Hyperactivity Disorder) dan ketiganya insya Allah prognosisnya BONAM. insya Allah, aamiin..

terus ada hal lucu juga yang sempet terjadi, si pacar, yang kebetulan lagi di stase neuro, jadi probandus di ujian osce untuk case MCI (Mild Cognitive Impairment)! alhamdulillah banget gue ga dapet jatah case itu karena kalo ga gue ga tau bakal gimana pas harus ngelakuin pemeriksaan neurologis ke pasien yang notabene pacar sendiri! that should be very weird and awkward, hahaha.

lantas update terakhir, soal resolusi vegetarian gue.
gue dengan cukup sukses belajar jadi vegetarian 2 bulan ini,
belom nyampe real vegan sih, masih ovolacto sekaligus pescovegetarian, hehehe,
tapi lumayan, ternyata belajar jadi vegetarian ga sesulit dan semenderita yang gue bayangin :)

okay, I think that's enough for a quick update about me.
still has 10 months left to make this 2010 year a great and unforgettable year,
bismillah..

wish you'll have a great 2010 too! :)

Monday, January 11, 2010

from 18 to 21

Alhamdulillah...

Ga kerasa ya, udah 2010 aja..
Walopun kata sebagian orang kalimat di atas klise, tapi buat gue begitulah adanya. Hidup gue terasa cepet banget berlalu setelah kepulangan gue dari belgia, atau tepatnya pasca ulang tahun gue ke 18 yang dirayain di belgia bareng hostdad Erik, hostmom Carine, Opa Jos, Oma Gerda, Daniel, sahabat gue di Mater Dei Els, sahabat-sahabat AFS gue Andrea dari Costa Rica, Macarena dari Paraguay, Fa dari Thailand, dan sahabat-sahabat kecil gue yang baru kelas 6 SD Anke, Mieke, dan Lien.

Balik bentar ke ultah gue ke-18 itu..
Gue inget banget gimana ekspresi geli hostdad waktu ngedenger statement gue yang mati-matian minta diakui sedang ultah ke-17 tahun lagi -bukan malah ke-18-. Alasan gue waktu itu adalah dengan berumur 18 berarti gue udah tua dan akan terus bertambah tua tentunya. Sedangkan gue ga mau jadi tua dari tahun ke tahun. Gue inget banget gimana hostdad sampe ketawa dengan tawa khas kebapak-bapakannya sambil terus ngingetin gue yang teramat sangat keras kepala ini kalo gue ulang tahun ke-18, bukan ke-17. What a memory..

Yah, mungkin kedengerannya childish banget yak, tapi begitulah adanya. Waktu itu yang ada di pikiran gue adalah, di saat umur gue bertambah ke 18, 19, 20, dan seterusnya, hidup gue bakal jadi tambah rumit, tambah kompleks, tambah menjadi kurang menyenangkan. Dan gue pikir seiiring dengan bertambahnya usia pun orang-orang di sekitar gue bakal berubah. Orangtua bakal lebih banyak nuntut, pengen kita lulus kuliah tepat waktu, IP gede, kalo bisa cumlaude kenapa ga (yang satu ini bokap gue banget). Adek-adek gue bakal lebih menuntut gue untuk jadi lebih dewasa yang artinya gue ga bisa lagi sering-sering bertingkah barbar ke mereka (secara udah tuwir), sahabat-sahabat gue di SMA bakal sibuk dengan kuliah dan problematika hidup mereka masing-masing, dan temen-temen gue yang bakal gue miliki di kampus pun bakal jauh lebih INDIVIDUALIS. Dan itu semua terbukti bener.

Sepulang gue dari Belgi..
Sahabat-sahabat gue mulai sulit dihubungi dan diajak ketemuan. Mereka sibuk kuliah, Jabek malah kuliah nun jauh di Malay. Sebenernya kita sering banget ketemuan untuk kategori orang yang masih sahabatan sampe sekarang, tapi jarang banget bisa lengkap berlima atau bisa lama-lama. Lantas temen-temen gue di kampus asli jauh lebih individual. Entah karena emang hal tersebut merupakan ciri khas mahasiswa kedokteran secara umum yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi atau karena guenya aja yang biasa sekelas 3 tahun di SMP dan 2 tahun di SMA dengan orang-orang yang itu-itu aja sehingga bagi gue persahabatan dan kebersamaan itu penting.

Lantas enyak babe gue, mereka ga banyak berubah sih, tetep sayang sama gue, tapi di pertengahan tahun lalu gue sempet ngerasa capek sama mereka yang masih aja nuntut lebih ke gue padahal gue udah setengah mati kuliah di kedokteran ambil jadi anak BEM, ketua Medifka, Pimred BPN ISMKI, MC-MC acara FK, MC pelantikan s. ked dan dokter, dan jadi panitia ini itu lainnya. Dan nyokap bokap gue masih nyuruh gue nyoba jadi presenter acara kesehatan di TV lokal, zzz... dan seolah ga cukup, baru-baru ini gue laporan ke nyokap,

"Ma, pengumuman beasiswa prestasi udah dipajang. Nama kakak ada, IPnya dicantumin pula"

"Emang IP kamu berapa?"

"3 koma 5, yang 2 komaan banyak juga lho ma"(dengan suara memelas minta ampun)

dan taukah anda respon emak gue? respon emak gue adalah,

"Hmm berarti turun nol koma satu. Kemaren2 kan 3 koma 6, itu kenapa kok bisa turun?"

zzzzzz...

Among all, yang paling gue rasain pasca ulang tahun dan pulang ke Indonesia adalah,

ga ada perubahan berarti dalam hidup gue :(

Gue masih gini-gini aja selama hampir 3 tahun dari kepulangan gue. Masih barbar di rumah, masih 'bertopeng' di kampus, masih makan kayak kuli(walo lebih terkontrol), masih suka males belajar, masih stuck belajar nyetir, masih ga bisa bawa motor dan masih ga bisa MASAK.
sementara itu bahasa Belanda gue mengalami degradasi, gue tambah sering ngebo, dan tambah sering begadang bermalam-malam, huff...

Paling banter hal yang gue capai selama hampir 3 tahun ini adalah gue berhasil beranjak dari berat 56 kilo ke 46 kilo dan gue mulai belajar bahasa perancis. That's all.

Karena itulah di tahun ini gue pengen banget berubah, jadi lebih baik? Oke bagi gue kedengerannya terlalu klise dan kurang spesifik, jadi ini yang gue bener-bener mau:

Resolusi Tahun Baru Gue

  • Lebih deket dengan Allah SWT, dalam segala aspek.
  • Mencoba memberi pengertian kepada orang tua gue kalo gue adalah manusia biasa, bukan power puff girl apalagi wonder woman.
  • Berhenti atau paling ga mulai mengurangi sifat barbar gue di rumah.
  • Mengurangi aktivitas hibernasi dan menambah jam belajar.
  • Belajar masak, lanjut belajar nyetir sama bokap sampe bisa bawa sendiri ke kampus dan mulai belajar motor (iye, gue emang cupu enggak bisa naek motor).
  • Mulai merintis karir sebagai vegetarian
  • Dan terakhir, melepas 'topeng' gue dimana pun dan menjadi diri gue sendiri.
That's all my list.
Gue akan berusaha untuk ngewujudin SEMUANYA, untuk diri gue sendiri, untuk usia 21 tahun yang lebih baik.

Insya Allah.

Friday, December 11, 2009

22 tahun sudah :)

10 Desember 2009

Tepat pada tanggal tersebut, genap 22 tahun ayah dan ibu saya mengarungi rumah tangga sebagai pasangan suami istri yang saling melengkapi. Suka duka, tawa canda, dan berbagai kisah sudah banyak mereka lewati bersama.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya berisi sebuah ucapan selamat dari para buah hati mereka, di ulang tahun pernikahan yang ke-22 ini, saya, selaku kakak, dan adik-adik saya, sebagai buah dari perjalanan mereka selama ini, ingin memberikan sesuatu yang berbeda, sesuatu yang lebih dari sekedar sebuah ucapan selamat ulang tahun pernikahan yang rutin, sesuatu yang bisa mereka kenang ketika tua kelak, sesuatu yang bisa membuat mereka bahagia.

08 Desember 2009

Saya mulai mencari-cari ide untuk memberikan kejutan yang berbeda di tahun ini. Yang pertama terlintas di pikiran saya, tentu saja adalah sebuah birthday cake yang nantinya akan saya beli di sebuah bakery shop. Dengan tambahan hiasan lilin dan sebuah kartu ucapan, saya yakin akan menjadi kejutan pertama yang cukup manis nantinya.

Kemudian saya kembali memutar otak, apa selanjutnya selain sebuah birthday cake biasa? Kalau cuma itu, toh tidak ada bedanya dengan surprise yang saya berikan di hari ulang tahun sahabat ataupun teman saya. Saya butuh kejutan yang lain, yang berbeda.

Akhirnya dalam perjalanan dari kampus Indralaya ke Palembang sepulang praktikum farmasi, terbersit sebuah ide. Saya akan memasak. Memasak? Apa istimewanya seorang prisya dhiba ramadhani memasak? Toh semua wanita pada dasarnya (seharusnya) bisa memasak.

Baiklah akan saya jelaskan :) Memasak memang sebuah hal biasa bagi wanita pada umumnya. Sementara saya bukanlah wanita pada umumnya :p Di rumah saya lebih terkenal sebagai tukang makan dibandingkan tukang masak. Dari dulu entah kenapa saya memang lebih tertarik untuk merapikan rumah dan mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga dibandingkan memasak. Maka dari itu, saya yakin fakta bahwa saya akan memasak untuk kedua orang tua saya dapat menjadi sebuah kejutan yang manis bagi mereka, sekaligus awal yang baik bagi saya untuk mengasah kemampuan baru, kemampuan memasak.

Baiklah, birthday cake sudah, rencana memasak juga sudah. Sudah cukupkah kejutan saya untuk mereka? Tentu saja belum. Saya merasa kedua hal tersebut tidaklah dapat ‘dimiliki’ dan ‘dikenang’ hingga mereka bercucu kelak. Karena sesampainya di lidah, tentulah pada akhirnya semua hanya akan berakhir sebagai sebuah kenangan tanpa adanya sebuah bukti.

Akhirnya, dengan kembali memutar otak, saya mendapatkan sebuah ide yang menurut saya tidak biasa dan begitu manis, sebuah hadiah yang sederhana namun dapat disimpan dan dikenang sebagai sebuah kenangan manis :)

09 Desember 2009

Tiba saatnya mempersiapkan bahan-bahan untuk memberikan kejutan tersebut. Ditemani oleh sahabat saya Nilam, saya pergi ke sebuah hypermarket dibekali dengan catatan belanja di dalam otak saya dan uang tunai dari tabungan saya sendiri, hasil dari honor menjadi mc pelantikan dokter selama ini.

Pertama, sebuah birthday cake. Kedua bahan-bahan untuk memasak. Di sinilah saya sempat kebingungan. Karena ingin menyuguhkan sesuatu yang beda, saya berniat membuat bruschetta, karena mudah dan cukup enak(maklum saya pemula di bidang masak-memasak :D. Tetapi sebenarnya jauh di lubuk hati saya, saya ingin membuat spaghetti bolognaise karena semua anggota keluarga saya suka dan adik saya Ketie yang sedang kuliah di UI, dulu sering membuatkannya untuk kami di setiap momen-momen spesial.

Sayangnya, rencana ini sempat diragukan oleh banyak pihak. Adik bungsu saya, Randi, mengerutkan dahi meragukan rencana saya membuat spaghetti pada saat saya menyampaikan rencana ini kepadanya. Kalimat yang terlontar dari mulutnya,

“Heh? Emang bakal enak?”

Aduh aduh perih hati saya mendengarnya :D. Tapi saya tetap maju tak gentar. Saya lalu menghubungi Nilam (pada tanggal 8 Desember 2009) dan berkonsultasi dengannya. Namun betapa sedihnya saya saat komentar dari sahabat saya di seberang telepon adalah sama dengan komentar dari adik saya Didi,

”Emangnya spaghettimu enak, Pris?”

Aduh, tambah pedih hati saya, hahaha. Tapi sekali lagi saya berusaha pantang menyerah dan meminta dukungan dari Ketie, sang master spaghetti. Akan tetapi lagi-lagi komentar yang saya dapat adalah,

”Emangnya spaghetti kakak bakal enak? Kakak kan belum pernah bikin spaghetti”

Oh Tuhan begitu banyak orang yang meragukan saya. Hal ini benar-benar menggoyahkan niat dan tekad kuat saya.Tetapi alhamdulillah pada detik-detik terakhir akhirnya saya tetap memutuskan untuk membuat spaghetti bolognaise bukan bruschetta. Saya ikuti kata hati saya dan saya abaikan dulu untuk sementara komentar-komentar tersebut.

Di sana, tak lupa saya membeli sebuah ’hadiah’ yang tak biasa yang dapat menjadi kejutan sekaligus kenangan manis untuk ayah dan ibu tersebut. Dan akhirnya dengan susah payah dan sekuat tenaga agar tidak ketahuan(saya sampai lewat pintu dapur segala) saya sampai ke rumah membawa semua bahan yang diperlukan dengan selamat.

10 Desember 2009

Waktu yang ditunggu-tunggu telah tiba. Saya sengaja memilih momen sore hari untuk memberikan kejutan, karena sore hari adalah waktu santai dan waktu berkumpulnya keluarga.

Maka tepat pukul 3 sore, saya mulai meletakkan lilin di atas birthday cake, menghidupkannya, menaruhnya di atas nampan untuk segera dipersembahkan untuk dua orang yang paling saya cintai. Tak lupa, sebuah hadiah yang telah dibungkus kertas kado dan dibalut pita yang manis, lengkap dengan sebuah kartu ucapan.

Happy 22nd wedding anniversary” ,ucap saya sembari tersenyum.

Ibu saya menoleh sembari tersenyum lebar. Ayah saya yang sebelumnya sedang berbaring beranjak dan segera menyambut kue manis bertabur lilin tersebut. Mereka berdua tersenyum bahagia, make a wish bersama, kemudian meniup lilin bersama. Lilin yang menandakan tepat 22 tahun mereka telah membina keluarga dengan penuh kerukunan dan kasih sayang.

Tibalah saatnya membuka ’hadiah’ yang sudah saya persiapkan. Ibu saya membaca kartu ucapan yng kami beri. Ayah saya membuka kertas kado dengan hati-hati. Dengan telaten beliau membukanya, ibu saya menunggu dengan sabar. Dan akhirnya hadiah itu terbuka seutuhnya,

Sebuah bingkai foto besar, berisi 8 buah foto ayah dan ibu saya, sejak masih muda hingga saat ini.

Foto pertama dan kedua: Foto ayah dan ibu beberapa tahun sebelum menikah. Ibu saya terlihat begitu cantik di mata saya, kulitnya putih dan badannya mungil. Ayah saya masih terlihat sangat kurus di usia mudanya, jauh berbeda dengan sekarang.

Foto ketiga: Foto ayah dan ibu saya dengan latar belakang danau Ranau dengan beberapa anak kecil yang sedang mandi di sana. Di foto ini mereka masih terlihat amat muda.

Foto keempat: Foto pernikahan ayah dan ibu saya. Mereka terlihat begitu bahagia dalam balutan baju pernikahan adat Sumatera Selatan. Pada saat menikah ibu saya berumur 22 tahun dan ayah saya berumur 27 tahun. Merupakan foto favorit saya karena momen pada foto tersebut begitu membahagiakan^^

Foto kelima: Foto ayah dan ibu saya dengan latar belakang kebun teh Pagaralam, diambil tahun kemarin. Terlihat ayah merangkul ibu dari belakang. Salah satu foto yang sangat ibu sukai.

Adapun ketiga foto terakhir diambil saat berlibur di Bandung awal Agustus silam. Mewakili keadaan dan cinta mereka pada masa sekarang.

Alhamdulillah ayah dan ibu suka dan bahagia dengan hadiah kecil saya dan adik-adik tersebut. Ayah saya sampai bergeleng-geleng, heran darimana dan kapan saya mengumpulkan foto-foto jaman dahulu beliau tersebut.

Dan akhirnya, sebagai penutup kejutan, saya memasak spaghetti bolognaise untuk mereka. Dan alhamdulillah spaghetti tersebut rasanya enak, dibuktikan dengan piring ayah, ibu, dan didi yang bersih tak bersisa ;)

Selamat ulang tahun pernikahan ke-22 ayah dan ibu.

Semoga cinta ayah dan ibu, cinta keluarga kita, akan terus bersemi sekarang, nanti, selama-lamanya.

Aamiin ya Robbal’alamiin..


We houden van jullie,

Heel erg hard..



Palembang, 11 Desember 2009

19.24 WIB

Saturday, November 21, 2009

alhamdulillah

alhamdulillah :)

di beberapa hari terakhir yang cukup sibuk dan sangat melelahkan, gue mendapatkan beberapa hadiah sekaligus dari Allah SWT. terima kasih Ya Allah, ik hou van U heel erg hard.

hadiah pertama: gue libur hari kamis & jum'at kemaren!
alhamdulillah, jadi gue bisa mulai ngebaca slide-slide yang udah numpuk dengan indahnya di kamar. sejauh ini gue udah menyelesaikan slide saraf dan beberapa slide litmin(kulit & kelamin). dan gue juga punya cukup waktu buat nonton DVD yang udah pada ngantri.

hadiah kedua: gue dapet 'wejangan' yang menyejukkan banget dari temen gue yang namanya Rafika. gue bersyukur banget sama Allah SWT udah dipertemukan dengan orang sebaik Fika, yang bisa ngasih pandangan, nasehat, pencerahan buat gue. temen yang sesungguhnya. terima kasih ya Allah, terima kasih Fika :)

hadiah ketiga: proposal gue buat ganti hape diterima! yippiee!! emang sih belinya pake duit tabungan gue sendiri, tapi mama udah janji mau nambah-nambahin, hehehe. dalam waktu dekat gue juga mau ngajuin proposal buat beli headset iPod yang baru, mengingat punya gue udah rusak parah gara-gara nyangkut dengan indahnya di pintu mobil, heuh. anyway, sekarang iPod gue cepet banget abis baterenya, kalo dulu bisa dipake seharian sekarang sejam udah tinggal dikit aja baterenya, hiks.

hadiah ke-empat: gue sekarang udah free dari segala urusan organisasi! yeyeye! belom sepenuhnya sih, masih megang jabatan di BPN ISMKI, tapi februari ntar juga bakal udah kelar. yang penting (akhirnya) sekarang tiap weekend dan balik kuliah gue bisa stay di rumah, belajar, dan belajar masak! :D gue juga udah mulai mikirin soal skripsi, kayanya gue mo ngambil soal kejang pada anak, biar tiap minggu bisa kunjungan ke bangsal anak. waaaah ngebayanginnya aja udah nyenengin banget!

alhamdulillahirobbil'alamiin.
gue bersyukur banget, terima kasih ya Allah untuk hadiah-hadiah yang Engkau berikan,

U bent de beste :)

Tuesday, November 17, 2009

neurosensory system~

hello there!
akhirnya gue bisa nulis lagi setelah seminggu terperangkap dalem jadwal yang super padat, heuheu~

jadi, jadi, gue pengen cerita sekarang, seminggu yang lalu, tepatnya hari senin, kami (gue bersama anak-anak PDU laennya) officially masuk ke blok baru, blok 15 yang ngebahas tentang Special Neurosensory System. Ngejalanin blok ini bikin gue semangat banget mengingat kami udah berhasil ngelewati lebih dari setengah perjalanan kuliah di kedokteran umum yang totalnya ada 22 blok( 1 blok @7 minggu), yang artinya juga tinggal 7 blok menuju gelar sarjana kedokteran (S.ked), yeaay! :D

dari awal gue juga udah berniat penuh buat belajar serius dengan penuh semangat(tsahh) mengingat blok 14 kemaren (Hematology) bener-bener mengerikan(karena jadwal super padet plus beberapa dosennya yang killer abis) dan gue ga mau kengerian blok 14 kemaren kembali keulang.

tapi semangat gue yang begitu tinggi, begitu poool, runtuh seketika dimulai sejak kuliah Introduction yang pertama, hiks.

jadi ternyata oh ternyata, blok 15 yang namanya cantik, asyik, dan menarik ini teramat sangat kompleks saudara-saudara. blok ini -yang termasuk blok klinik dan blok sistem- ternyata ga semudah atau katakanlah se'fun' blok 8 Neuromuskuloskeletal System (Sistem Tulang-Otot-Saraf), atau Blok 10 Cerebrocardiovaskular System (Sistem Pembuluh Darah-Jantung-Otak) yang pembahasan kuliah dan kasus penyakitnya itu masih dalam satu jalur, yang dengan kata lain, asal kita menguasai fisiologi dan patofisiologi sistem tersebut, kita bisa dengan gampang memahami dasar dari sistem organ tersebut plus penyakit/abnormalitas yang terjadi.

sedangkan blok 15 ini, sesuai dengan namanya yang ada embel-embel 'sensory' nya, membahas:

  1. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin(Litmin)
  2. Ilmu Penyakit Telinga, Hidung, dan Tenggorokkan(THT)
  3. Ilmu Saraf/Neurologi
  4. Ilmu Penyakit Mata
begitulah berdasarkan introduction dari dr. Yulia Farida Yahya, Sp. KK(K) sang sekretaris blok.

jadi sekarang apa masalahnya?
hah!
masalahnya tentu aja banyaaaaak!!! (histeris)

pertama 4 mata kuliah di atas itu, tidak terintegrasi, tidak berhubungan, alias berdiri sendiri-sendiri. kalo berdiri sendiri-sendiri berarti tiap matkul bukunya beda, sedangkan 1 matkul bukunya bisa banyak, atau dengan kata lain, buku yang harus gue lahap adalah:
  1. Buku Ajar Litmin: Fitz Patrick Dermatology, Buku Ajar Litmin FK UI a.k.a Buku Merah, Atlas of Dermatology)
  2. Buku Ajar THT: Buku Ajar THT FK UI a.k.a Buku Hijau, Atlas Berwarna THT dr. Abla Ghanie, Sp. THT(K)
  3. Buku Ajar Saraf: Neurologi Dasar dan Klinis a.k.a Buku Hitam -bukan, bukan buku santet kok-
  4. Buku Ajar Mata: sampe detik ini gue belom tau referensinya apa -__-
dan bukunya (tentu aja) tebel-tebel, pastinya ga bisa habis dilahap satu hari, atau satu minggu. satu bulan? gue ragu.. satu tahun? entahlah..
terus FYI, Ilmu THT itu susah! apalagi Ilmu Saraf susah bangeeeet, dan yang paling susah adalah: Ilmu Penyakit Mataaaaa!! dimana kita harus menguasai Fisika Optik! OMG gue benci fisika -__-

ga sampe di sana, pas jadwal akhirnya dibagiin, ternyata oh ternyata(lagi)

GA ADA KULIAH DASAR ANATOMI, FISIOLOGI, HISTOLOGI!!!

oh Bumi, telanlah aku...

kelewatan bener dah, karena ini namanya persis kaya blok 14 kemaren. mulai hari pertama LANGSUNG masuk ke kuliah klinis, langsung ke penyakitnya, ga pake kuliah dasar lagi. dan as usual, seperti yang sudah sangat sering dikatakan di setiap kuliah Introduction ataupun kuliah biasa, dengan kalemnya dr. Yulia berkata,
"karena kalian bukan di sistem SKS lagi tapi udah di sistem KBK, jadi untuk kuliah-kuliah dasar kalian belajar sendiri yaaaa" (sambil senyum)
belajar sendiri? errr, oke.

sedih banget rasanya, hiks. bahkan praktikum anatomi pun ditiadakan, padahal itu praktikum favorit gue. dan saking udah lamanya praktikum anatomi ditiadakan, gue sampe lupa kapan terakhir menginjakkan kaki di lab anatomi menghirup bau formalin dan bertegur sapa dengan para cadaver(mayat manusia yang diawetkan dengan formalin).(oke, gue tau ini kedengeran serem ya? haha)

tapi beneran, padahal kuliah anatomi kan penting(banget!) apalagi fisiologi, kalo histologi, patologi anatomi, sama farmako berhubung gue ga begitu suka jadi ga penting2 amat kali yaa, hee tapi apa boleh buat, nasi sudah menjadi bubur, tinggal gimana biar buburnya bisa jadi enak, walo buburnya pait, hiks

tapi ya kalo dipikir-pikir kapan gue bisa belajar buat kuliah dasar? nemuin waktu buat baca buku-buku dewa yang udah gue sebutin di atas aja ga tau kapan, belom baca slide. gue pengen banget banget ngebaca buku Anatomi Klinik Snell yang bukunya kalo ditimpuk ke muka orang gue jamin itu orang bisa mati minimal koma. belom Fisiologi Guyton yang juga bisa bikin banteng pingsan. belum Patofisiologi Price & Willson yang ada 2 jilid. belum nonton DVD yang udah numpuk kaya menara minta ditonton(eh? apa hubungannya???)

gue sangat suka baca buku, termasuk buku-buku di atas.
masalahnya adalah gue ga sempet, aaaarrrrgggghhh..
kemaren seminggu tiap hari kuliah ampe sore terus. nyampe rumah gue masih harus nyetrika, ngeprint slide, dan berujung dengan kecapean tanpa sempet makan. sekarang minggu kedua udah masuk ke minggu tutorial dan praktikum (yang berarti pulang sore terus PLUS malemnya masih HARUS ngerjain tugas tutorial plus laporan praktikum). terus ntar ga terasa aja udah deket ujian. huhu...

kalo dulu gue sering dibilangin sama temen dari jurusan laen,
"eh, jadi anak kedokteran tuh sibuk banget ya?"
selalu gue jawab,
"eh ga juga kok"
tapi dengan keadaan sekarang, dimana blok ke blok tambah susah, kuliahnya tambah sedikit dan dipadetin, makin deket ke blok akhir, gue makin kurus dan makin tambah jarang makan, kalo ditanya lagi gue bakal jawab,
"Iyaaaa!!!!"
ah kalo dipikir-pikir ga heran banyak dosen yang suka cerita kalo jaman dulu banyak mahasiswa kedokteran yang akhirnya stres berkepanjangan, depresi, sampe ada yang gila. (Ya Allah, jangan sampe gue gitu, huhu)

tapi ya inilah hidup.. (tsahh bahasa gue gaya bener dah ya, haha)
tapi emang ginilah adanya, inilah pilihan gue dan gue ga boleh setengah-setengah ngejalaninnya. emang kalo dipikir gue iri bener sama temen2 gue(adek gue yang kuliah di FISIP contohnya) yang punya banyak waktu luang, kuliahnya nyantai, bisa punya banyak waktu buat baca buku atopun ngelakuin hal lainnya. sedang gue? FYI aja udah 2.5 tahun sketch book gue kosong. dalem setahun gue cuma libur beberapa minggu. paling lama juga sebulan. tiap weekend harus sibuk ngurusin urusan organisasi. gue ngerasa sangat sangat sangat jarang bisa menikmati waktu buat diri gue sendiri.

tapi sekali lagi inilah pilihan gue. dan gue yakin semua yang gue alami, susah, seneng, sedih, semua hal yang gue jalanin selama kuliah 2 tahun lebih ini, bisa bikin gue jauh lebih baik dan insya Allah bermanfaat buat gue kelak. baru sekarang juga gue sadar kalo kuliah di kedokteran itu emang ga gampang, emang susah. terkadang kita pengen banget belajar, tapi ga punya banyak waktu karena jadwal kuliah itu sendiri. untungnya mulai blok ini gue bener-bener ga mau lagi terlibat urusan keorganisasian, walopun udah dibujuk2 sama para petinggi BEM tahun ini. cukup bagi gue 2 tahun penuh disibukkan urusan ini-itu Medifka(alhamdulillah udah selesai tepat kemaren lusa), trs setahun terakhir BEM sm BPN ISMKI(sampe sekarang masih), sampe bikin gue agak-agak lupa dengan apa tujuan gue yang sebenernya.

gue pengen jadi dokter anak.
buka praktek di rumah.
bukan di kota, tapi di daerah terpencil, daerah pedesaan.
ngobatin anak-anak maupun masyarakat pedesaan,
bukan orang-orang kota, bukan orang-orang yang berduit.

itu mimpi gue. sejak dulu. sejak kecil.

dan gue sadar banget sekarang setelah semuanya, setelah 1 blok terakhir dan blok ini, kalo mencapai itu semua ga gampang, kalo untuk mewujudkan semua itu butuh perjuangan,
gue harus belajar, dan emang harus. buat orangtua gue, adek2 gue, satu-satunya kakek gue yang masih hidup dan bertahan demi gue, keluarga besar gue, dan orang yang gue cintai yang dengan dia gue pengen ngewujudin mimpi gue.

karena itulah, walo blok ini susah banget dan mungkin bakal jadi yang tersusah dari semua blok yang udah dijalanin, walo kuliah di kedokteran bisa sampe bikin gila(na'udzubillahi min dzalik),

gue HARUS terus belajar.
bukan cuma dari diktat, slide2 kuliah, buku-buku, dan catetan, tapi dari segala aspek kehidupan,
biar ntar gue bisa jadi dokter yang berhati nurani, yang sekarang jarang kita temui.

dan gue juga HARUS tetep berdoa, berusaha keras, dan bersemangat.
demi orang-orang yang gue cintai.
demi anak-anak yang pengen banget gue tolong.

gue pasti bisa.

insya Allah,
aamiin :)

Thursday, November 05, 2009

hipoglikemia

alhamdulillah hari ini gue bisa bangun pagi lagi.
setelah melewati satu lagi malam yang cukup -tak terdefinisikan- buat gue.

semalem sebenernya ga kejadiaan apa-apa. tapi entah kenapa segalanya terasa ganjil buat gue. cuma ada gue sendiri di rumah yang masih terjaga, yang lain udah pada tidur, kecapekan seharian pergi. gue sendiri juga udah pergi dari pagi ampe maghrib. ke kantor pemprov sumsel, ke PIM, lanjut ke PS, menjelang maghrib baru balik ke rumah. badan gue sebenernya udah capek banget, gue emang ga pernah tahan kalo udah jalan seharian, pasti baliknya jam 8 udah 'tewas'.

tapi ini ga, gue bertahan ampe jam 1 malem setelah sebelumnya berkutat di depan tv mendengarkan dialog Save Our Nation bersama pak Mahfud MD, Ketua MK. dan hebatnya lagi, lambung gue yang notabene mengidap gastritis ini ga gue isi udah selama lebih dari 12 jam.

dan akhirnya gue pun mengalami sensasi-sensasi itu. sensasi yang gue sebut sebagai sensasi hipoglikemia.

pertama, gue ngerasain gempa beberapa kali. terasa nyata banget buat gue, bumi rasanya mencelos ke bawah. terus sekitar jam 1an gue mengalami sensasi yang lebih aneh, ganjil banget buat gue.

gue lagi berdiri di kamar, semuanya baik-baik aja sampai bumi yang gue pijak berputar. benar-benar berputar kaya di film-film. wow, aneh banget rasanya. gue berusaha mejemin mata, tapi sama sekali ga membantu, rasanya tetep berputar-putar. dan mata gue berkunang-kunang. nice. gue pun akhirnya memutuskan untuk mencoba tidur.

selagi mencoba memaksakan diri untuk tidur, gue sempet bertanya-tanya, apa gue vertigo? sejauh ini 2 org temen yang gue tau menderita vertigo adalah rafika sama hedi. rasanya ga mungkin kalo gue menderita kelainan Nervus Kranialis VIII Vestibulochoclearis ini, tapi kalo disebut pusing biasa juga kayanya terlalu hebat dampaknya.

aneh. semuanya aneh. hidup gue untuk pertama kalinya terasa begitu ganjil, kaya ada yang salah, ada yang tertahan, tapi gue ga tau itu apa, entahlah, gue sendiri juga bingung.

dan akhirnya pagi ini gue akhirnya dengan 'terpaksa' mengisi kebutuhan kalori gue setelah membiarkannya kosong selama 20 jam, bukan karena gue pengen makan, bukan karena gue laper, tapi lebih karena sepiring nasi goreng itu udah terlanjur ada di hadapan gue. dan kalo gue memilih untuk ga makan (lagi) maka gue yakin selanjutnya nyokap akan ngebawa gue ke psikolog yang praktek di depan rumah buat nyari tau kenapa anak sulungnya ini ga mau(lebih tepatnya ga bisa) makan selama berhari-hari.

kalo aja hari ini menunya bukan nasi goreng, mungkin gue udah mencatat rekor baru: ga makan selama 26 jam alias lebih dari sehari penuh.

apa gue diet? ga sama sekali.
lantas? gue juga ga tau. gue juga belum bisa mencari jawaban atas pertanyaan kenapa itu.

satu hal yang sedang gue pikirin sekarang adalah,
apakah gue sebenernya penderita anoreksia nervosa?


ya enggaklah.
hahaha.


Wednesday, November 04, 2009

cloudy with a chance of meatballs

yeay, anggeplah gue gila karena dalam kurun 2 jam udah nulis postingan sebanyak 3 biji, hahaha. rasanya udah lama ga nyampah di blog ini sejak ujian Hematologi -yang ternyata tidak sesusah yang dibayangkan- mengalihkan hidup gue termasuk dari blog ini.

oke, ujian blok Hematologi sudah usai, blok Sistem Indera baru akan dimulai minggu depan, dan artinya sekarang gue lagi libur seminggu, siplah.

anyway, postingan gue kali ini sebenernya bukan merupakan review film sesuai judul di atas, tapi dasar gue lagi pengen cerita soal hari ini n ga menemukan kata-kata yang pas buat dijadiin judul. akhirnya film yg gue tonton hari inilah yang gue jadiin judul (ribet ya?), hehe. maaf buat yang udah kadung kecewa :D

jadi, pagi liburan ini gue pun bangun pagi! yeay! (biasanya?) setelah sebelumnya mimpi super aneh yaitu bokap masukkin 2 biji cacing tanah super panjang ke kamar yang akhirnya berkembang biak banyaaaak banget di kamar gue, menggeliat-geliat ga jelas, dan akhirnya mati mengeras dan lengket kaya luing di lantai kamar dan gue pun harus setengah mati nyapuinnya. fyuhh, mimpi yg sangat aneh.

gue lalu mandi, dan seperti biasa melewatkan sarapan(selama libur gue cuma makan sehari sekali), segera membuka laptop dan ngejunk di twitter. trs krn udah janji mau nonton film dengan judul di atas bersama adek diktat gue ratih, gue bersiap-siap, sampe tiba-tiba hp gue bunyi.

"pris, ke kantor gubernur sekarang. kita mau nyairin duit buat muswil"

arrrggghh.
sumpah deh gue jadi keseeeel bgt. gue paling ga suka sama yg judulnya 'dadakan'. mending kalo dadakannya ga mengganggu planning gue. ini kan gue udah janji duluan sama ratih. sumpah ngebetein banget. akhirnya gue 'terpaksa' minta maaf sama ratih krn bakal telat kira-kira sejam. heu..

untungnya, sebelum pergi, nyokap yg udh sempet masak nyuruh makan dulu. alhasil gue makan sekeluarga. terus di tengah perbincangan makan siang yang selalu ada seperti biasanya, tiba-tiba nyokap bilang kalo juli ntar kami sekeluarga bakal ke jakarta, buat nikahan sepupu -anak pertama kakaknya nyokap -, yang juga berarti liburan ke bandung! wow what a surprise! bener-bener mengembalikan mood dan bentuk muka gue kembali seperti semula, hehe

dan ternyata ga sampe situ, nyokap juga bilang,
setelah ke bandung, kita bisa lanjut liburan ke solo.

WHAT??

apa gue ga salah denger? ke solo? dalam rangka apa? apakah gue ketauan? hahahaha (berlebihan)

dan nyokap menjawab dengan kalem,

"lho, lupa ya? calon suaminya kan orang solo"

hwaaaa iyaa, gue baru inget kalo calonnya sepupu gue itu orang solo juga!(juga?)

dan mood gue pun langsung menembus angka tertinggi. tring tring tring!! lampunya langsung nyala full kaya lampu penilaian masquerade. hehehe lebay ya gue.

alhamdulillah, semoga bener-bener bisa terwujud. aamiin ya Robb :)

abis makan gue bareng bokap langsung cabut ke kantor gubernur. sampe sana ketemu si aria sang ketua panitia. gue sempet bertanya-tanya. kenapa juga gue yang mesti dateng? gue kan sekretaris, ini urusan bendahara kali. gedek. tapi ya mau gimana lagi, di kwitansi yg dibikin sm bagian keuangan pemprov sumsel, tertera bagian yang harus ditanda-tangani sama ketua dan sekretaris, bukan bendahara. sumpah ga ngerti gue.

setelah ngitung duit bantuan sebanyak 15 juta secara manual (gue kira bakal dikirim lewat rekening, zzz) gue pun bisa segera cabut bersama bokap menuju PIM! kasian ratih udah nunggu lama.

dan akhirnya gue pun bertemu ratih! entah napa walo di kampus sering banget ketemu tapi tetep aja tiap ketemu kita bakal berpelukan kaya udah lama ga ketemu. hahaha kk dan adek diktat yang berlebihan..

and finally! cloudy with a chance of meatballs! yeay!
dari dulu selain science fiction dan film thriller, gue emang suka banget nonton film animasi. apalagi pas liat trailernya, ngingetin gue sama one of my favourite animation movies: UP. and did you know? bioskopnya sepi~ kayanya pas di dalem cuma gue ama ratih yang bukan 'pasangan' yg lagi pacaran. hahaha untung kita berdua normal (heh?)

dan yang lagi-lagi ngebetein, di tengah-tengah film gue ditelpon! ampe 2-3 kali! and guess what?
urusan muswil lagi!!!! OMG! salahkanlah gue ya kalo emang gue yang ga nyelesain tugas gue sebagai sekretaris. masalahnya tugas gue itu udah lama kelar dan dan yang jadi masalah adalah mereka yang minta dibikinin proposal baksoslah yang ga ada inisiatif, grr sumpah bete deh gue. But, thanks God pertengahan bulan ini semua tugas gue baik sebagai sekretaris muswil, biro admin BEM, dan PU Medifka akan segera berakhir *sujud syukur* karena emang udah saatnya gue rehat dan balik ke tujuan gue semula yaitu belajar dengan baik dan benar, heuheu

abis dari nonton (I love Flint!) kita pun makan dan menjalani ritual seperti biasa, curhat on the spot, hehe. sebenernya gue bukan orang yang gampang/mudah sharing sama orang laen. tapi sama ratih gue suka banget sharing. gue suka sama sudut pandangnya dalam ngeliat suatu masalah, intinya kita nyambung sbg kk-adek diktat, hehe

balik dari nonton n makan sama ratih, gue dijemput sama nyokap bokap. dan ternyata mereka ngajak ke PS! OMG gue bukan orang yang suka ke mall, gue ga suka keramaian, gue lebih suka sama tempat yang tenang dan sepi, kuburan misalnya, lha? maksud gue semisal gunung gitu, hehe. tapi ya apa boleh buat, daripada gue ngangkot trs sendirian di rumah. untungnya gue dibolehin nunggu di gramedia!

Yippie!! gue sukaaaa banget berlama-lama di gramedia. gue bisa menghabiskan sehari penuh di sana, sampe lumutan juga bisa. buat gue toko buku adalah surga dunia selaen taman kanak-kanak dan daerah pegunungan. sayangnya sampe sekarang gue belum nemuin temen yang betah berlama-lama di gramed. maka dari itu gue seneng banget kalo bisa mendep sendirian di sana. yeay!

dan gue segera hunting Hai Miiko yang terbaru, No. 21!
sayang banget, udah abis, huhu untuk kesekian kalinya gue keabisan Miiko, padahal mbaknya bilang tadi pagi Miikonya masih ada 7 biji gitu, hiks.

untungnya ada satu buku yang menarik perhatian gue. Negeri van Oranje. novel yang dibikin sama mahasiswa2 yg dapet scholarship di Belanda. gue seneng banget! dan kebetulan ada 1 novel yang plastiknya udah kebuka (sumpah bukan gue yaa yg ngelepasin, hehe), so gue bacaa!

seneng banget rasanya kaya menyusun kembali kepingan-kepingan memori gue semasa masih jadi exchange student AFS selama kurang lebih 10 bulan di West Europe. karena tinggal di Belgi yg notabene tetanggaan sama Belanda, gue sering banget ke Belanda, terutama ke Maastricht, buat sightseeing atau sekedar window shopping, gue juga sering ke Eindhoven karena hostfam aslinya emg org Belanda yg tinggal di Belgi(karena tanah di Belgi lebih murah walau biaya hidup lebih mahal - pendapatan per kapita Belgia lebih besar daripada Belanda, jadi harga-harga barang di Belgi jauh lebih mahal), ngunjungin Oma Corrie atopun Oma Shane dan Opa Jef, atau sekedar nemenin hostmom/hostdad belanja di Chineese-winkel atau Albert-Heijn.

what a memory :)

I promise you dalam waktu dekat gue bakal nulis kepingan-kepingan memori gue dulu selama di Eropa Barat -Belgia spesifiknya, terutama catatan perjalanan gue selama di Paris, Belanda, Jerman, dan Italia (sebelumnya udah gue tulis di blog di FS 2 tahun lalu, sayangnya FS gue dihack orang dan gue ga bisa ngebukanya lagi). Thanks buat kak Maya yang udah ngasih semangat buat nulis tentang perjalanan gue 2 tahun yang lalu itu lagi :)

and finally,
setelah puas bernostalgia di Gramed,
gue pun pulang ke rumah dengan hati yang riang gembira, hehe
(kok endingnya berasa kurang pas gitu ya? hahaha maafkanlah saya)




well God, thank you for today :)





(ps. buset panjang bener ya postingan gue ini? kagak penting pula, hahaha maafkanlah, gue capek juga nulis yang serius-serius terus selama ini >:) lagian ini adalah akumulasi kerinduan gue yang udah lama ga ngeblog - padahal baru juga seminggu, hahaha)

Saturday, September 26, 2009

een dikke meisje worden (nog eens)

akhirnya setelah cuma makan sekali sampe dua kali sehari -dengan seporsi nasi dengan lauk yang sudah dipastikan berkadar lemak rendah- sejak puasa dan lebaran sampe kemaren, akhirnya hari ini hafizza dan arina sukses menjebloskan saya kembali ke lubang "kegendutan"

hari ini pagi jam 9an setelah nganter ketie ke bandara brg sekeluarga, aku ke madang buat ngambil modul lab skill anamnesis anemia ilmu penyakit dalam(IPD). penanggung jawabnya hafizza yang tak lain tak bukan merupakan sahabat (sekaligus korban penganiayaan) aku sejak ospek sampe sekarang. ternyata oh ternyata, yg disebut "modul" itu adalah hanya selembar kertas (tak) berharga yang isinya sama dengan yang dibagiin pas skill lab anamnesis ilmu kesehatan anak (IKA), miris deh. tapi apa aku nyesel udah jauh-jauh dateng ke madang? tentu tidak saudara-saudara. karena si hafizza sdh berjanji akan mentraktir di solaria, wohoo~ dalam rangka apa? umm.. ga ada sih, dalam rangka memenuhi jatah preman buat aku aja, haha

di solaria kita ketemu sama pasangan abadi: eja faishal & dian. kita jadi ngumpul berempat, sepintas kayak double date gitu kali yee. eja & dian emang beneran couple sih, sedang aku & hafizza? majikan(aku) dan babu(hafizza) pastinya, hahaha

aku sempet moto kemesraan si hafizza dan eja faishal(semoga dian ga jealous):

pasangan gay. kiri: eja faishal, kanan: my babu, eh my bestfriend maksudnya.

abis sholat dan mampir ke gramed bentar(beli komik terbaru taamo!), aku pun dianterin balik. nyampe rumah hafizza ngobrol2 bentar sama mama, trus pas mama masuk, aku pun sempet nunjukkin foto dia, hags hags. dan komentar hafizza?

"ketemu di musholla mana pris?"

nyeh, kayanya si hafizza ketipu deh. dia bukan anak musholla, tongkrongannya di kuburan, itu baru bener.

akhirnya hafizza pun balik dan aku lanjut baca komik taamonya sampe tepar. dibangunin mama jam 4, karena si arin udah dateng! ya ampun.. akhirnya dengan mata sepet, rambut acak-acakan, dan keadaan yang masih apatis aku nyamperin arin dan permisi buat sholat dulu.

abis itu kita langsung cabut ke ayam bakar & bakso pak tris(setelah aku ganti baju dan ganti muka tentunya). dan langsung memesan bakso, fufufu, aku udah ngidam berhari-hari, heuu~ and here is the meatballs:

no MSG. no vegetables. but still enak tenaaaan~
arin:

gadis manis ini yang telah menyesatkan saya *sigh
aku:

ekspresi kepergok lupa diet

dan menjelang maghrib pun aku dianterin balik, dengan perut yang super full tentunya, heuheu. terima kasih buat hafizza dan arina buat hari ini, love you, guys!

Thursday, September 24, 2009

today's review

hari ini terasa begitu menyenangkan. ya, ya, ya. dunia selalu menyenangkan jika dilewati bersama orang yang dicintai. terdengar berlebihan? hahaha. yah, cinta memang sering membuat orang gila *smiling

pagi ini dimulai dengan banyak tanda tanya. ya, dia memang sering membuat aku bertanya-tanya, tapi apa aku membenci keadaan itu? tidak sama sekali. hidup memang seperti rollercoaster, and I enjoy it so much.

sekitar jam setengah 10an temen adek cowokku-si bungsu didi- ke rumah, dan mereka: rame! jadi terpaksa aku, ketie, dan mama mengungsi ke dapur karena mereka duduk di ruang tamu tengah yang nyambung ke ruang nonton. kami adalah 3 orang perempuan yang (terpaksa) belum mandi karena air memang hidup agak siang. temen-temen didi sebagian besar cowok, dan ada ceweknya juga. aku dan ketie langsung aja nyoba-nyoba ngintip, nyari tau yang mana (entah mantan entah masih) pacarnya si didi di ruang tengah itu. hahaha, dua orang kakak yang norak emang. karena susah liatnya, setelah air idup aku langsung buru-buru mandi. sialnya udah dikebut ternyata masih aja telat, si didi & friends keburu pergi ke tempat gurunya, yahh...

dan akhirnya aku pun sarapan, jam 11 siang! haha nanggung emang. akibatnya juga aku jadi ga makan siang, untungnya maag ga kambuh. tapi ini bener-bener ga bagus sebenernya, bisa bikin maag aku tambah parah, yah, aku memang bandel :p

siangnya, aku melakukan aktivitas seperti biasa: online, mumpung masih libur. dan ada hal lucu yang terjadi tadi siang. masa iya, si ketie bilang dia mirip sama raditya dika. hwaaa mirip dari mana coba? dibilang mirip setelah dia liat fotonya di twitter, hahaha. ada-ada aja si ketie. perasaan ga ada mirip-miripnya deh. cakepan dia kemana-kemana kali dari raditya dika, atau malah sebaliknya? hahaha *no offense, dear

terus aku pun lanjut ngebo, ah, udah lama ga ga tidur siang. rencananya sore mau ke rumah arina, sekalian udah lama ngidam pengen makan bakso pak tris deket rumah arin. eh, tapi pas bangun ternyata semua mau pada pergi ke mall. ah, sedihnya, ga jadi deh dan terpaksa ditunda besok. akhirnya aku tinggal sendiri di rumah. males pergi ke mall mengingat mall di kala libur pastinya teramat sangat rame oleh alay-alay dan anak sd-smp yang heboh pengen ngabisin THR. mengingat juga keluarga sering jalan dari mall ke mall, capek. aku emang ga terlalu suka keramaian, bikin pusing, sakit kepala. mending di rumah aja, bisa beres-beres rumah(yang selalu diberantakin orang rumah) dan ga capek.

so, here I am. sendirian di rumah. online sambil nonton get married di sctv(I love it), sambil menahan perut keroncongan*belum makan siang sampe sekarang, mau digabung sm makan malem*. dan tentunya ditemenin dia, dari kejauhan tapinya, hehe.



alle, tot ziens dan!

Wednesday, September 02, 2009

feel better

Ini hari ketiga sejak keberangkatan si abang, yang berarti masih nyisa 4 hari lagi sampe si abang balik ke rumah. Sebenernya semuanya terasa beraat, karena abang tuh kayak ilang ditelen bumi. Kemaren waktu aku tanya, "Emang abang mau kemana, Bang? Wisata keluar galaksi?" dan dia dengan entengnya cuma jawab, "Kalo aku bilang iya pasti kamu ga percaya" Oke bang, berhubung abang lebih tua jadinya aku ga jadi nimpukin abang pake batu bata.

Tapi finally setelah kemaren dua hari hidup secara ga jelas, hari ini aku ngerasa jauh lebih baik. Pagi-pagi udah beres-beres rumah dan ngerasa cukup seger buat hidup kembali setelah semaleman ga bisa tidur karena dismenorrhea. Penyakit bulanan ini bener-bener ngeganggu banget, aku jadi ga bisa ngapain2. Bener2 ga bisa. Cuma bisa neken perut sambil kesakitan. Haah, derita perempuan.. Untungnya Allah SWT emang Maha Baik, setelah semaleman ga bisa tidur dan akhirnya cuma bisa tidur gelisah selama 2 jam, aku bangun dengan kondisi lahir-batin yang jauh lebih baik.

Sebenernya semalem aku sempet mikir macem2 soal keberadaan si abang. Dan bodohnya yang aku pikirin malah yang jelek-jelek. Sampe akhirnya waktu keluar kamar menuju dapur jam setengah 1 an malem buat nyeduh teh, aku ngerasa ada yang megang pundak aku. Yang langsung ada di pikiran aku waktu itu adalah, haah jangan-jangan si Abang!! Sampe-sampe pas aku noleh aku nyebutin nama dia. Haah, dasar gila, emangnya film Ghost apa. Halah-halah..

Hari ini salah satu temenku -Satria- ngasih komen di wall fb. Dia nanya kenapa postingan2 aku isinya suram semua, dia nanya dengan nada tulisan prihatin gitu. Aku bilang aja emang aku cuma bisa nulis kalo lagi suram. Rasanya malah pengen ngomong kaya gini ke dia, " Iya sat, hidup aku tuh ga selalu bahagia tau, sometimes I get hurt too, sometimes being sad, sometimes getting mad. Sama kaya orang-orang pada umumnya. Bedanya aku ga bisa kayak orang-orang yang dengan leluasa mengeluarkan emosi mereka secara spontan. Dari kecil aku terlatih untuk meredam emosi. Kalo aku marah, kesel, sedih, sensi, aku cuma bisa diem. It's better for me to write down my sadness, my anger, dan semua hal lain yang ga bisa kalian liat kalo aku lagi pake topeng." Tapi ga jadilah, kapan-kapan aja. Ato paling ga dia bisa baca sendiri kalo liat postingan ini. Haha malah jadi emosi :p

Hari ini sebenernya perut aku masih nyeri sih, tapi ga terlalu parah. Aku coba ngatasinnya dengan nonton reality show korea Super Junior Full House yg dipinjemin chacut. Sebenernya acara ini tergolong cukup ga jelas. Tapi lucu juga sih. Apalagi cowok-cowok yang ada di dalamnya, haha. I just love asian boy so much. Apalagi si heechul, wedew, so cute. Tapi kegembiraan aku cuma bertahan sehari, Chacut sm Mully bilang dia homo. OMG.. Ada satu lagi yang cute abis, namanya Kibum, wedeeew yg ini juga ganteng pisan, ckckck. Gawat-gawat ini, pikiran aku mulai teracuni hal-hal ga penting kaya gini. Dan ini adalah salahnya Chacut saudara-saudara.

Aah, pokoknya alhamdulillah hari ini bisa ngerasa jauh lebih baik. Aku juga yakin si abang bakal baek-baek aja, Insya Allah. Ada Allah SWT yg Maha Melindungi hambaNya. Dan yang harus aku lakukan emang bukan ngerasa khawatir terus-terusan. Tapi selalu ngedoain dia biar baik2 di sana dan biar 4 hari ini berjalan jauuuuh lebih cepat, hehe. Aamiin-lah :)

Oke sekian dulu postingan hari ini, mau lanjut memandangi tingkah konyol & tampang super cute dari Heechul yang katanya: homo, saudara-saudara.
Yah, patah hati deh..

Heechul Super Junior
aaaah gantengnyaa~




Kibum Super Junior
senyumnya: hwaa... *melting

Tuesday, September 01, 2009

awal bulan ini

Nothing's special today, except my brother has gone for 2 days and it kills me a lot.

Semalem -hampir sama dengan malam2 sebelumnya- aku kebangun dengan kaget setelah ngeliat something spooky di kaca besar yang nempel di lemari sebelah tempat tidur. Selama beberapa detik I was so shocked. I thought I was seeing a corpse in the mirror, really teriffying. But after my brain got used with the situation and began to work properly, finally I realized: It was my own shadow in the mirror.

Sepertinya liburan sebulan lebih membuat Lycopene saya bertambah. Di kaca itu I was looked so much brighter, staring to myself dengan begitu kosong, with a totally messy hair. Bener-bener terlihat seperti mayat. So silly, dikagetkan oleh bayangan diri sendiri di pagi buta.

Sudah tiga hari ini aku menjalani hidup dengan so plain. I have no spirits at all. Ga ada semangat buat beres-beres rumah yang akhirnya berakhir dengan complain dari mama. So sorry Mom, I just can do nothing right now. Hidup selama 2 hari ini dijalani hanya dengan membuka fb & twittering sambil ngedengerin lagu Love for a Childnya Jason Mraz. Thanks to twitter yg at least udah bisa ngurangin beban aku dengan sedikit nyampah di sana. Also to my old friend yg berada jauh di sana, makasih udah jadi teman berbagi yang begitu baik.

Oh, I'm really curious about my brother, may Allah SWT always save him everywhere he is, everyplace he goes.

Hari ini pengumuman STAN, dan Ketie ga lulus, pas seperti dugaanku. Papa keliatan agak kecewa, mama juga mungkin, tapi terlihat biasa aja. Aku sendiri baru tau sore-sore pas wall-wall-an sama dia. Ketie terlihat(atau yah terdengar) sedih banget karena merasa bener-bener bersalah udah ngecewain papa. Then I tried to advice her and alhamduillah it works. Sedari awal aku udah tau banget, sedari dia ikut tes, sedari dia dinyatain lulus di FISIP UI jurusan Ilmu Komunikasi, kalo dia ga ada niat sama sekali buat masuk STAN. I knew it that she could never passed the STAN exam. She just loves UI so much, UI has been enter his soul since the first day she was accepted in that university. Me and my whole family was so proud, we never ever imagined-especially me- that my annoying little sister can be the part of such a great university like that.

So I think UI is her passion now, part of her life, so it's so much better for my parents to let her go to reach her own dream. I know my parents do understand about this. Thanks to Allah SWT for giving us such a democratic parents like them.

Sore ini aku mulai ngupload lagi foto2 selama homestay di belgia dulu di facebook. Kali ini aku ngupload foto2 The Netherlands edition. Aku cuma bisa senyum pahit sambil miris sendiri liat foto2 aku selama ada di negeri kincir angin itu, di Maastricht, place I used to go everytime I get bored in Belgium, Efteling, Disneylandnya belanda, tempat aku for the first time naik roller coster sampe 11 kali, then Valkenburg, a nice place yg kalo di Indonesia mirip puncak, indah berbukit-bukit. So many memories about my homestay in Europe, I don't know why, but I got hurt, I miss that time so much..


Bunga di tulip di Efteling.
Terlalu banyak kenangan yang aku tinggalkan 2 tahun lalu.


Setelah perginya my brother selama 2 hari ini, setelah tidur sendiri sejak Ketie masuk asrama UI Depok, dan setelah mengupload foto2 selama di Belanda, now I know what thing I hate the most in this world:



Aku benci perpisahan.



Semoga Allah SWT selalu melindungi orang-orang yang aku sayang, dimana pun mereka berada.